Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Tes Motor Injeksi Berkapasitor, Mesin Tetap Hidup Meski Aki Mati

Dimas Pradopo - Kamis, 6 Maret 2014 | 15:15 WIB
Tes Motor Injeksi Berkapasitor, Mesin Tetap Hidup Meski Aki Mati
OTO-Aant
Tes Motor Injeksi Berkapasitor, Mesin Tetap Hidup Meski Aki Mati

Tes Motor Injeksi Berkapasitor, Mesin Tetap Hidup Meski Aki Mati
OTO-Aant
Tes Motor Injeksi Berkapasitor, Mesin Tetap Hidup Meski Aki Mati
 Kebanyakan pemakai motor kelas menengah ke bawah saat aki drop belum tentu mau langsung ganti aki, makanya dikasih back up pakai kapasitor.
Jakarta - Motor dengan sistem suplai bensin injeksi dari Honda kebanyakan menggunakan kapasitor atau kondensator di sistem kelistrikannya. “Untuk suplai cadangan listrik saat aki drop,” bilang Sarwono Edhi, dari Technical Training Manager, Astra Honda Training Center (AHTC).

Yang menggunakan kapasitor kebanyakan merupakan tipe menengah ke bawah, contohnya jajaran skutik seperti BeAT FI, Scoopy FI, Vario 125 dan BeAT FI. Jajaran sport seperti New MegaPro FI, CB150R dan Verza 150. “Ciri utamanya pakai kick starter,” imbuh Sriyono, intruktur di AHTC.
Tes Motor Injeksi Berkapasitor, Mesin Tetap Hidup Meski Aki Mati
OTO-Aant
Tes Motor Injeksi Berkapasitor, Mesin Tetap Hidup Meski Aki Mati

 Pada skutik dan bebek kapasitor menyatu dengan kiprok
Untuk info, kapasitor merupakan komponen elektronik yang punya kemampuan menyimpan arus listrik, makanya bisa dijadikan sebagai tandem aki. Saat aki drop, suplai listrik diambil dari kapasitor kendati jauh lebih kecil, namun masih bisa dipakai untuk menghidupkan sistem injeksi, sehingga motor tetap hidup.

“Ini sebenarnya berasal dari hasil survey, kebanyakan pemakai motor kelas menengah ke bawah saat aki drop belum tentu mau langsung ganti aki, makanya dikasih back up pakai kapasitor biar sistem injeksi tetap bisa bekerja,” terang pria yang biasa disapa Sri ini. Jadi kalau aki drop atau mati di lokasi terpencil motor pun tetap bisa nyala.

Masih menurutnya, untuk pengguna motor injeksi kelas atas seperti CBR150R, CBR250R, PCX beda karakter. “Saat aki drop disuruh ganti aki pasti langsung mau, makanya tak pakai kapasitor. Dan juga tak ada kick starter, karena kalau ada pun percuma mesin enggak bakalan hidup, didorong juga pasti enggak akan menyala,” imbuhnya.

Benarkah jika aki drop atau mati motor injeksi dengan kapasitor tetap bisa hidup? Langsung deh dites. Kelinci percobaannya pakai New MegaPro (NMP) FI.
Tes Motor Injeksi Berkapasitor, Mesin Tetap Hidup Meski Aki Mati
OTO-Aant
Tes Motor Injeksi Berkapasitor, Mesin Tetap Hidup Meski Aki Mati

Simulasi aki mati, lepas kutubnya sekalian.
Untuk benar membuktikan kapasitor menyimpan arus, setelah dipakai jalan sesaat soket kapasitor dilepas lalu diukur pakai multitester. Ternyata benar terbaca ada tegangan 12,18 volt. Kapasitasnya menurut Edhi 4.700 uF (mikro Farad).

Oh iya kapasitor NMP letaknya tepat di atas aki, itu loh yang bentuknya bulat besar. Sedang di skutik seperti Spacy FI atau Supra X125 PGM-FI kapasitornya menyatu dengan kiprok, cirinya kiprok besar dan ada bulatan.
Tes Motor Injeksi Berkapasitor, Mesin Tetap Hidup Meski Aki Mati
OTO-Aant
Tes Motor Injeksi Berkapasitor, Mesin Tetap Hidup Meski Aki Mati

Lepas soket dan cek pakai multitester, tuh ada tegangannya kan
Untuk simulasi aki drop atau kondisi ekstrem mati, kutub aki sengaja dilepas. Saat kontak diputar ke on tentu saja spidometer tetap mati karena tak ada suplai arus. Nyalakan pakai kick starter, eh benar mesin menyala normal. Jarum takometer pun bergerak normal, “Tandanya arus cukup stabil,” terang Sri.
 
Percobaan selanjutnya kapasitor pun dilepas. Kembali nyalakan pakai kick starter. Wuih mesin tetap mau menyala namun enggak stabil dan susah digas, jarum rpm pun naik turun enggak normal. “Itu artinya ada loncatan tegangan yang enggak stabil,” lanjut Sri.
Tes Motor Injeksi Berkapasitor, Mesin Tetap Hidup Meski Aki Mati
OTO-Aant
Tes Motor Injeksi Berkapasitor, Mesin Tetap Hidup Meski Aki Mati

Nyalakan pakai kick starter walaupun aki mati, langsung greng!
Sebagai info tambahan, fungsi aki dan kapasitor selain sebagai penampung listik, juga sebagai penyetabil tegangan yang disuplai dari regulator/rectifier atau kiprok. “Kalau aki drop yang ditakutkan adalah adanya surge voltage atau lonjakan tegangan yang bisa merusak komponen kelistrikan seperti ECU,” terang pengajar mekanik bengkel AHASS se-Indonesia ini.

Nah ternyata itu pula yang menjadi pertimbangan Yamaha kenapa motor injeksinya tak dibekali kapasitor. “Kalau aki drop lebih disarankan ganti, karena khawatir merusak komponen kelistrikan seperti ECU,” ujar M. Abidin, GM Technical Service & Motorsport Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.

“Saat drop sampai 10 volt, yang dicirikan adanya blinking di spidometer, pemilik disarankan ganti aki. Tapi dalam kondisi demikian, motor tetap masih bisa menyala pakai kick starter, karena sistem injeksi minimal bekerja di 5 volt,” imbuh Abidin. Aki drop atau mati memang lebih baik ganti deh! (motor.otomotifnet.com)

Editor : Dimas Pradopo

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa