First Ride Suzuki Lets, Tetap Lincah dan Responsif!

Dimas Pradopo - Jumat, 23 November 2012 | 18:33 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Enggak mau dibilang retro, Suzuki menyebut matik barunya, Lets sebagai matik yang sporty dan fashionable. Tapi sekilas, bentuknya masih setipe dengan Honda Scoopy atau Yamaha Fino. Ya.. apapun sebutannya, tetap saja kami jajal hehee.. Semoga saja apa yang kami rasakan bisa menjadi tambahan pengetahuan buat pembaca!

Desain dan Fitur

Matik anyar ini dijual dalam 2 varian, yaitu Lets Premium dan Lets Sporty. Bedanya, varian sporty memiliki striping lebih sporty dengan kombinasi warna cerah dan pelek hitam. Sedang varian premium lebih elegan dengan banyak aksen kroom serta pelek warna silver.
No caption
No credit
No caption

Dilihat dari depan memang terlihat sporty, tidak terlalu retro karena lampu utama tidak bulat. Dari belakang juga sama, tampak mirip buritan belakang moge Suzuki Hayabusa. Tapi spion berbentuk bulat dan garis bodi yang gembung tidak bisa membantah kalau ini adalah tipe sepeda motor retro.

Beralih ke area setang. Menggunakan batang besi kroom dengan panel berwarna silver, di panelnya terlihat jelas kalau motor ini sudah mengadopsi automatic head lamp on, karena tidak ada saklar lampu utama di panel sebelah kanan. Desain speedometernya lebih terlihat sporty ketimbang klasik. Semua petunjuknya ditampilkan dengan angka dan desain bergaya elegan.

Sayangnya, meski bodi gembung tapi bagasi di bawah jok masih sama sempitnya seperti Suzuki Nex. Untungnya ada tambahan konsol di bawah setang yang bisa membawa beberapa barang kecil seperti sarung tangan atau botol minuman. Oiya, kunci kontaknya juga sudah menggunakan pengaman bermagnet. Lebih aman deh!
No caption
No credit
No caption

Handling
Puas mengamati, Otonet Tester langsung mencoba riding position. Skutik ini dirasa pas untuk wanita atau pria. Joknya  tidak terlalu tinggi. Rider bertinggi badan 165 cm pun masih bisa menapakan kaki di aspal. Posisi setang juga dirasa pas, posisi duduknya jadi santai.

Pijakan kakinya lebih luas dari Suzuki Nex, tapi tetap tidak selebar matik retro lainnya. Buat boncenger, pijakan kakinya diganti model lipat. Bukan dek layaknya Suzuki Nex. Selain lebih gaul, rasanya juga lebih nyaman meletakan kaki pada foot step model ini.

Dibawa berkendara, karakter lincah dan ringan sangat terasa. Maklum bobot motor ini tergolong enteng, cuma 90 kilogram saja. Dipakai melewati cone slalom, motor ini pun gesit melaju. Suspensinya juga nyaman, rebound-nya pas. Buktinya ketika melewati polisi tidur dan jalan berlubang dirasa nyaman. Remnya juga pakem, cukup lah untuk menghentikan laju matik 113 cc ini.

Performa
Langsung putar kunci kontak dan kemudian tekan tombol starter, suara mesin terdengar halus.. Ketika selongsong gas diputar, tenaganya terasa responsif khususnya diputaran bawah. Apalagi didukung bodinya yang ringan, karakter yang tidak jauh beda dari sang saudara, Suzuki Nex.

Sekedar info, motor ini sudah menggunakan sistem bahan bakar fuel injection. Jadi satu-satunya matik retro yang menggunakan pengabutan bahan bakar jenis ini. Mesinnya, 4 tak 1 silinder, berpendingin udara. Berspesifikasi SOHC 2 klep 113 cc dan mampu menghasilkan tenaga hingga 9,4 Ps pada 8.800 rpm. Sedang torsinya mencapai 8,7 Nm di 6.500 rpm. Tidak jauh beda dengan Suzuki Nex FI. (motorplus-online.com) 

Riding gear: Alpinestars-ProRiders 021-57931965
Editor : Dimas Pradopo

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X