Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Test Ride Suzuki Nex Injeksi, Ringan dan Responsif

Dimas Pradopo - Senin, 16 Juli 2012 | 18:34 WIB
Test Ride Suzuki Nex Injeksi, Ringan dan Responsif
Arseen
Test Ride Suzuki Nex Injeksi, Ringan dan Responsif

Test Ride Suzuki Nex Injeksi, Ringan dan Responsif
Arseen
Test Ride Suzuki Nex Injeksi, Ringan dan Responsif
Beberapa waktu lalu, tim otomotifnet.com / motorplus-online.com sudah mencoba motor ini dalam perjalanan jauh Bandung-Jakarta. Tapi kini, dalam situasi yang benar-benar berbeda, Suzuki Nex Injeksi kembali dijajal. Kali ini dicoba dalam simulasi perjalanan sehari-hari, bukan jalan jauh yang cenderung konstan. Yuk langsung coba!

Desain
Secara desain, tidak terlalu berbeda dengan Suzuki Nex karburator. Bedanya hanya pada warna bodi dan pemilihan kelir pelek. Jujur tidak banyak motor yang peleknya diwarnai silver. Mika lampu sein juga memiliki bias warna biru, tapi nyala lampunya tetap kuning sesuai peraturan lalu lintas. Keren juga sih! Sebagai pendobrak kebiasaan, langkah ini membuat Nex Injeksi jadi terkesan canggih.

Fitur dan Teknologi
Fitur selain injeksi sama saja. Penampilan speedometernya sama, tapi ada tambahan engine cek di bagian tengah bawah. Lampu ini akan menyala sesaat ketika kunci kontak diputar ke arah on. Selebihnya tetap minimalis, fitur lain seperti konsol bagasi di bawah setang dan di bawah jok punya bentuk dan volume yang sama. Kunci kontak juga belum dilengkapi dengan pengaman bermagnet.

Test Ride Suzuki Nex Injeksi, Ringan dan Responsif
Arseen
Test Ride Suzuki Nex Injeksi, Ringan dan Responsif
Handling
Harus diakui, bobot yang ringan dan wheelbase yang tidak terlalu panjang membuat Suzuki Nex mudah dikendarai. Bobot kosongnya cuma 87 kilogram, memudahkan ketika menuntun atau menggesernya di parkiran.

Saat duduk di atas joknya pun terasa kalau alas pantat ini tidak terlalu tinggi. Rider dengan tinggi badan kurang dari 165 cm pun masih terasa nyaman memijakan kakinya ke aspal. Desain ergonomi yang cocok banget dengan target konsumennya, para remaja!

Tapi, posisi duduk Suzuki Nex jadi kurang ramah untuk yang punya tinggi badan diatas 170 cm. Jarak antara dek depan dengan jok sempit jadi akar masalahnya. Kekurangan lainnya adalah ruang kaki pada Suzuki Nex memang sangat terbatas, pengendara yang punya ukuran sepatu di atas 44 pasti akan merasa terlalu sempit.

Untung joknya tetap empuk dan posisi setangnya tegak, buat jalan jauh masih oke! Beda lagi untuk boncenger, justru pijakan kakinya terasa lega, bukan model pipa tapi dej yang datar dan lebar.

Selap-selip di kemacetan pun mudah. Bermodal sumbu roda yang hanya 1.235 mm, memindahkan posisi motor dari kanan ke kiri sangat mudah. Sudah ringan, karakter suspensinya juga lumayan asik, tidak terlalu keras tapi tetap empuk. Menikung cepat di jalanan rata tetap anteng, ketika melibas jalanan rusak atau speed trap juga masih nyaman.

Bobot ringan bukan sekedar menjadi kelebihan, pada beberapa kondisi justru jadi kekurangan. Misalnya saat melaju cepat, paparan angin dari samping sangat terasa membuat motor goyang. Paling terasa ketika sedang kencang melewati jalan bergelombang, motor terasa melayang. Jadi, jangan ngebut-ngebut ya!

Untuk pengereman, disk brake di depan cukup pakem. Sedang yang belakang, meski masih tipe teromol, tapi terbukti lebih baik bila dibandingkan Suzuki Spin 125 yang menjadi skutik entry level terdahulu.

Test Ride Suzuki Nex Injeksi, Ringan dan Responsif
Arseen
Test Ride Suzuki Nex Injeksi, Ringan dan Responsif
Performa
Akselerasi motor bermesin 113 cc ini patut diacungi jempol. Akselerasinya cepat, putaran atasnya juga ngisi terus. Saat selongsong gas diputar mentok ke bawah, jarum speedometer menunjukan angka 100 km/jam lewat dikit. Cukup untuk matik entry level ini.

Tapi sayangnya, getaran pada transmisi CVT-nya masih sangat terasa. Paling nyata ketika awal buka gas dan motor berjalan pelan dan ketika melaju konstan di kecepatan sekitar 50 km/jam. Selebihnya tetap halus bro..

Konsumsi Bahan Bakar
Pengetesan konsumsi bahan bakar tidak dilakukan dengan cara konstan. Melaju kencang juga bermacet-macetan sengaja dilakukan. "Malah buat ngejar top speed juga, jadi bener-bener menggambarkan cara berkendara sehari-hari," kata Reza SS tester yang punya bobot badan 67 kilogram.

Hasilnya, tiga kali dilakukan pengukuran dengan cara top up, didapat hasil rata-rata 42,5 km/liter pada motor yang dijual dengan harga Rp 12,65 juta ini. Wow, tetap irit kan! (motorplus-online.com) 

Spesifikasi
DIMENSI
Panjang: 1.850 mm
Lebar: 665 mm
Tinggi: 1.035 mm
Jarak sumbu: 1.235 mm
Jarak pijak: 135 mm
Tinggi jok: 735 mm
Berat kosong: 87 kg
                     
MESIN        
Jenis: 4 langkah, 1 silinder
Sistem katup: SOHC, 2 valve
Diameter Langkah: 51,0 x 55,2 mm
Isi silinder: 113 cm3
Ratio kompresi: 9.4:1
Sistem bahan bakar: Injeksi
Sistem starter: Elektrik dan engkol
Transmisi: CVT/V-belt
Kapasitas tangki: 3.5 L
                         
RANGKA        
Suspensi Depan: Teleskopik, per ulir, Peredam Oli
Suspensi Belakang: Tipe lengan ayun, per ulir, Peredam Oli
Rem Depan: Cakram
Rem Belakang: Tromol
Roda depan: 70/90 - 14 M/C 34 P
Roda belakang: 80/90 - 14 M/C 46 P
Velg: Casting Wheel
                    
SISTEM LISTRIK        
Aki: 12V (3,0 Ah) / 10 HR
Lampu depan: 12V 32W/32Wx1 watt

Editor : Dimas Pradopo

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa