Ragam Keluhan Kawasaki Bajaj Pulsar 200NS, Ini Solusinya!

Dimas Pradopo - Selasa, 8 April 2014 | 15:00 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Kalau ada masalah klaim saja ke bengkel resmi, kan ada garansi 1 tahun

Jakarta - Seiring makin banyak pengguna, biasanya keluhan sebuah motor mulai bermunculan. Tak terkecuali yang terjadi pada Kawasaki Bajaj Pulsar 200NS (P200NS), sudah terdeteksi beberapa masalah kecil sih dan untungnya enggak fatal kok.

Namun tenang semua penyakit ada obatnya, dan jangan lupa ada payung garansi juga dari pabrikan. “Kalau ada masalah klaim saja ke bengkel resmi, kan ada garansi 1 tahun,” ujar Dewi Septianti, deputy department head sales & marketing division PT Kawasaki Motor Indonesia.

Kalau di bengkel resmi belum puas, bisa coba cari obat ke bengkel spesialis P200NS. Apa saja penyakitnya?
No caption
No credit
No caption


1. Overheat
Sebagai motor dengan rasio kompresi 11:1, jangan heran jika panas yang ditimbulkan cukup tinggi, makanya pendingin pakai radiator. Untuk mengurangi panas saat macet, ada juga kipas di belakang radiator.

Namun gejala overheat ternyata mendera beberapa P200NS, cirinya air radiator ngucur dan cadangan di tabung reservoir sampai garis low. “Itu karena putaran kipas lemah,” terang Ignatius Gading, mekanik Flatz Clinic salah satu spesialis P200NS di Jl. Teguh 4, Komplek TNI AL Kodamar, Jakut.

Lemahnya putaran kipas ternyata diakibatkan enggak lancarnya kinerja brush di dalamnya. “Seringnya nyangkut, kalau diperlancar dijamin kipas enggak lemah lagi,” imbuh Gading, sapaan akrabnya. Caranya cukup kikis sedikit bagian yang menghalangi kinerja kabel dan per brush.

2. Baut Kendur
Kendati finishing sudah di bawah pengawasan Kawasaki, namun ada saja bagian yang terlewat. Contoh gampang pemasangan baut. “Sering ditemukan kendur, entah itu baut monosok, mesin sampai komstir,” lanjut mekanik pembesut Honda Civic Nouva ini. Makanya disarankan cek deh untuk memastikan sudah kencang, sebelum ada baut yang lepas.

3. Enggan Hidup
Ngeselin rasanya kalau sedang buru-buru tapi motor enggan menyala. Starter dipencet namun mesin cuma bunyi ‘cetek-cetek’ dari suara relay starter.

Ternyata penyakitnya sepele, bukan lantaran aki drop, “Paling baut kendur,” imbuh mantan kepala mekanik Bajaj ini. Baut yang harus dicek yaitu baut aki, relay starter dan yang di dinamo. Starter langsung greng lagi deh.


4. Oli Rembes
Setelah ganti oli dan filter, ada yang mengalami oli rembes dari tutupnya. Masalahnya ternyata sepele juga, sebelum dipasang kotoran enggak dibersihkan dahulu, atau O-ring rusak. Nah kalau O-ring rusak gantinya gampang, “Pakai saja O-ring tutup klep Pulsar 180 atau 200, sama kok,” lanjut pria berperawakan kurus ini.

5. Spidometer Retak
Ada beberapa pengguna yang menemukan mika spido retak, bahkan jarum takometer lepas. Kalau ini terjadi wajib bawa ke bengkel resmi untuk minta ganti deh.

6. Lampu Rem Berair
Kendati diset kedap air, namun ada unit yang lampu remnya mengembun, tentu bikin jelek. Jika mengalami tentu wajib klaim ke bengkel resmi, kabarnya proses klaim sekitar 3 bulan.  (motor.otomotifnet.com)

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Dimas Pradopo

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa