Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Belajar Tiga Teknik Dasar Berkendara Langsung Dari Jepang

billy - Senin, 23 Desember 2013 | 07:58 WIB
No caption
No credit
No caption


Jepang - September lalu OTOMOTIF diundang PT Astra Honda Motor (AHM) meliput kompetisi safety riding Honda tingkat Asia di Jepang, tepatnya di Suzuka Circuit Traffic Education Center. Dari ajang ini banyak ilmu yang bisa dikorek tentang cara berkendara yang benar. Mau tahu?

Terbagi dalam 3 ilmu dasar, yaitu braking, narrow plank dan slalom course. Apa dan bagaimana tekniknya? Yuk kita tanyakan ke ahlinya.

No caption
No credit
No caption

Braking
Braking atau teknik pengereman, cara melambatkan dan menghentikan laju motor. “Mengerem harus pakai kedua rem, porsi rem depan lebih besar dari rem belakang. Roda enggak boleh sampai mengunci, motor tetap stabil dan setelah berhenti wajib kaki kiri dulu yang turun,” terang Maryanto, wakil Indonesia dari Yogyakarta.

Jika mengerem dengan teknik di atas, dijamin enggak akan terpelanting dan jarak pengereman bisa pendek. Kenapa kaki kiri turun duluan? “Memastikan rem belakang tetap terkontrol hingga berhenti. Lalu karena lalu lintas kita jalan di kiri, kalau kaki kanan turun dikhawatirkan ada kendaraan lain, jadi lebih aman,” imbuh Johanes Lucky Margo Utomo, Safety Riding Training Development Specialist AHM yang jadi pendamping peserta selama di Jepang.

No caption
No credit
No caption


Narrow Plank
Ini merupakan ujian keseimbangan, narrow plank atau meniti jalur sempit dengan cara sepelan mungkin. Ibaratnya kita jalan di jembatan sempit, atau jalan pelan di kemacetan.

“Pakai gigi 1 lalu mainkan gas dan kopling secara halus untuk keseimbangan, rem pakai belakang untuk control,” terang Aldea Henry, wakil Indonesia dari Bandung.

“Lalu mata harus lurus ke depan melihat jalan, pundak harus rileks, siku sedikit menekuk untuk menjaga keseimbangan, badan enggak boleh keluar dengan pinggul pas di jok jangan terlalu ke depan atau belakang, lutut wajib menjepit tangki, terakhir kaki lurus stand by di rem dan persneling,” tambah Lucky.


Slalom Course
“Ini merupakan gabungan semua teknik dalam kompetisi,” terang Lucky. Makanya banyak teknik yang dipakai. Pertama adalah prosedur start, sama dengan kalau kita mau mulai jalan. “Wajib nengok ke belakang untuk memastikan kondisi belakang, lalu jalan dari gigi 1 dan kaki kiri di bawah,” lanjutnya.

Kedua adalah teknik menikung, hal pertama yang wajib diperhatikan posisi tubuh harus lean with dengan motor, atau seirama. “Enggak boleh ala MotoGP atau motocross,” terang pria ramah ini. Berikutnya adalah cara buka tutup gas harus lembut, terakhir jalur harus sesuai dengan jenis motor yang dipakai. “Motor besar ambil tikungan harus lebih lebar,” lanjutnya. Sebelum masuk tikungan wajib ambil jalur agak lebar untuk melihat kondisi lalu lintas, setelah tikungan langsung merapat.

Ketiga adalah pengereman, teknik seperti yang dibahas di atas namun dalam slalom course ada tambahan wajib memperhatikan titip pengereman, “Jangan lupa mengerem harus pakai 4 jari,” wanti Lucky.

Keempat adalah teknik berhenti. Kaki kiri harus yang pertama turun, dan tentu roda enggak boleh locking saat mengerem. (motor.otomotifnet.com) 


Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa