Toyota Corolla Twin Cam AE92 1991, Bengis di Dalam

billy - Rabu, 6 Maret 2013 | 10:04 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Ketika bermain di Bandung, Ovi Sardjan, tuner bengkel KS Nusa di daerah Pramuka, Jaktim mengabarkan kalau ada sebuah Toyota Corolla AE92 yang terkenal kencang. Alhasil, langsung janjian dengan Indra Maiza, sang pemilik. OTOMOTIF langsung mengeksplor ketangguhan Corolla yang sering dipanggil Twin Cam berkat teknologi dua camshaft di kepala silindernya.

Bertemu pertama kali, tak menyangka kalau Corolla lansiran 1991 ini punya kemampuan bengis di balik ruang mesin. Terindikasi dari intercooler di balik bumper, plus lampu rem versi Corolla Eropa. Sisanya kok seperti Corolla yang wara-wiri di jalan lainnya. "Mesin juga masih pakai aslinya kok, tapi sudah tambah turbo saja," kekeh pemilik bengkel Mantap Engine Tuner di Jl. Kiaracondong No.443, Bandung.

Nah, itu dia tuh rahasianya. Turbo milik Lancer Evolution seri TD05 ternyata sudah terpasang. "Boost turbo untuk harian setel di 0,8 bar, tapi naik jadi 1,5 bar plus aplikasi WMI (Water Methanol Injection) kalau lagi iseng pengin ikut drag race," sambung tuner yang tenar dengan Evoluno alias Suzuki Baleno bermesin Lancer Evolution ini.
No caption
No credit
No caption

Demi mengakomodir tekanan yang semakin tinggi, camshaft Kelford milik mesin Toyota 4AGZ-E di-regrind demi mendapatkan asupan bensin lebih maksimal. Itu pun injektor masih diganti yang lebih besar, sanggup mengucurkan 580 cc bensin per menit ke ruang bakar. Seluruh ubahan, diatur oleh manajemen mesin Haltech PS1000.

"Mulai dari sensor temperatur air, oli, sampai suhu gas buang dan pressure oli diaktifkan demi keamanan," papar pria langsing ini. Alhasil, apabila ada salah satu part yang bekerja abnormal, Haltech akan memerintahkan mesin untuk berhenti bekerja.

Ubahan paling mumpuni ada di penerus tenaga. "Pakai girboks Toyota Levin 6 percepatan," kekeh Indra Mantap, panggilan akrabnya. Enaknya, transmisi dengan perbandingan gigi lebih rapat ini terpasang tanpa ubahan apapun. Semua mounting dan dudukan masih pakai aslinya. Kelebihannya, girboks ini sudah menggunakan LSD (Limited Slip Differential) untuk mendapatkan traksi maksimal di aspal.

Wuihhh, jadi takut nih kalau ketemu di jalan... (mobil.otomotifnet.com)

Masih Ada Audio

Punya mesin kencang, Indra tak ketinggalan memasang seperangkat audio demi kenyamanan kala berkendara. Tentu tak perlu bengis layaknya mesin, yang penting lebih dari cukup untuk menghilangkan penat kala macet.

Headunit Alpine CDA-117E terpasang sebagai pembangkit, lalu suara diolah digital prosesor Alpine RUX-C701. Selanjutnya, sebuah power amplifier Calcell 4 ch bertugas untuk menyalurkan suara tinggi ke speaker custom 2 way, dan tweeter Vifa dan midbass Crescendo Opus 3.

Nah, sisanya diolah oleh power monoblok Braxton untuk pembangkit suara rendah yang dikeluarkan subwoofer JL Audio 12 inci. Kerennya, tak seperti mobil kencang umumnya yang tak peduli penampilan. Seluruh perangkat audio tersimpan rapi menggunakan panel aslinya ataupun terbungkus rapi berbalut kulit di bagasi.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : billy

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa