Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

BMW Seri 3 E36 1995, Duo M3 Four-doors

billy - Sabtu, 19 Januari 2013 | 11:54 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Bagi Asen dan Abimanyu Kameshwara, performa kedua BMW seri 3 E36 tahun 1995 milik mereka masih menyedihkan. Apalagi mobil yang sudah berusia 17 tahun ini performanya pasti sudah jauh menurun sehingga perlu diremajakan agar kembali sangar. Namun langkah yang diambil keduanya cukup mengerikan, mereka memilih BMW-nya menjelma menjadi sepasang BMW M3 four-doors yang performanya jauh lebih sangar!

“Tanggung lah kalau cuma turun mesin, dioprek-oprek lagi supaya lebih kencang, paling cuma naik berapa HP sih,” ujar Abi yang didaulat sebagai ‘kompor’ dari kelahiran 2 mobil ini. Apalagi ia terkenal punya kaki yang berat alias tukang ngebut.

ALL-OUT

Dalam merombak tunggangannya, Abi enggak mau setengah-setengah. “Sebenarnya ini kali kedua gue modif seperti ini, makanya kali ini dibikin lebih all-out,” ujarnya.

No caption
No credit
No caption

Berbekal pengalaman di E36 sebelumnya, pria yang berprofesi sebagai pengacara itu sudah berniat akan membuat sedan berwarna putih ini tampil lebih sangar. Akhirnya ia membeli 1 unit mesin BMW M3 keluaran tahun ‘96-’97, spek 6 silinder berkapasitas 3.000 cc yang dilengkapi transmisi manual 5 percepatan.

Abi mempercayakan proses modifikasi mobilnya di bengkel Auto Gemilang di kawasan Pangeran Antasari, Jaksel. “Karena basic-nya mirip E36 biasa, persoalan ruang mesin tak jadi masalah. Yang jadi masalah adalah mounting-mounting mesinnya,” ujar Asen, bos Auto Gemilang.

Makanya pemasangannya harus mengubah mounting mesin. “Tatakan girboks juga diganti yang bawaan M3, karena memang sudah pasti beda,” imbuh Asen.

No caption
No credit
No caption

Setelah mesin dan transmisi terpasang, giliran gardan belakang, as roda, nap roda dan arm belakang ikut diubah. “Gardannya sudah LSD (Limited Slip Differential),” sahut Asen. Begitu semua sudah terpasang rapi, giliran penghenti laju mulai dikerjakan.

“Gue pilih disc brake AP Racing Big Brake 6 pods, kalau belakang rem standar bawaan M3 sudah cukup,” tukas Abi. Akhirnya, mesin pun dicoba dihidupkan, bruuummm! Suara sangar khas BMW M3 dari ANSA exhaust system inipun semakin membuat jantung siapa pun yang mendengarnya berdebar kencang.

Tak hanya itu, tampilan eksterior pun tak luput dari perhatiannya. Body kit M-Tech yang dipadu body kit Flossman M3 GTR semakin mirip M3 aseli. “Body kit Flossman cukup susah nyarinya, tapi akhirnya dapat juga, orisinil pula,” bangga pria yang bermukim di Bintaro ini.

Tak pelak, tampilannya pun menjadi melebar bak pakai rok karena overfender-nya. Mengakalinya, Asen menambahkan spacer yang cukup tebal sebelum pelek BBS CH-R bisa dipasang. “Lupa lebar spacer-nya berapa millimeter,” tegasnya.

Padahal peleknya berdiameter 19 inci dengan lebar 9,5 inci depan dan 10,5 inci belakang. Sedangkan ban Accelera ukuran 235/35-R19 (depan) dan 265/30-R19 (belakang). Untuk suspensi menggunakan coilover KW Suspension. Hasilnya, selain stance-nya lebih oke, mobil pun terlihat kian kekar dan sangar.

No caption
No credit
No caption

Selain itu, Abi pun memasang spoiler bagasi lansiran M-Tech, list body M-Tech, dan spion orisinil BMW M3 yang sempat mewabah di medio tahun ’90-an. Kepalang basah, interior pun disulap jadi mirip M3, mulai dari jok M3 Evo, spidometer bawaan M3, tuas persneling, OBC dan stir orisinil M3. “Yang kurang hanya rollbar aja nih, makin terlihat kayak M3,” tukas pria bertubuh gemuk ini sambil tersenyum penuh arti.

FULL M-TECH

Lain Abi, lain pula gaya Asen. Sebongkah mesin bawaan BMW M3 6 silinder berkapasitas 3.200 cc dengan transmisi manual 6 percepatan didaulat mengisi ruang mesin. “Tadinya mobil ini sempat enggak mau hidup, tapi akhirnya bisa juga,” tutur Asen.

Belum cukup puas dengan performanya, Dastek Unichip Q+ pun dipasang dengan mengaplikasi sistem gas buang bawaan M3 yang dimodifikasi agar lebih responsif.


Hasilnya pada saat di-dyno bisa mencapai angka 340 dk. Seperti juga halnya Abi, unsur keselamatan sangatlah penting. Sistem pengereman pun di-upgrade menggunakan disc brake lansiran ATE Racing 4 pods, sementara rem belakang tetap standar bawaan BMW M3.

Seperti halnya Abi, Asen juga memasang strutbar depan dan belakang, bumpernya pun juga sama menggunakan M-Tech, lalu spion M3 serta list body full M-Tech.

Untuk interior, mobil Asen lebih terkesan sporty karena ada beberapa panel yang dilapisi karbon, seperti konsol untuk tuas transmisi, panel di atas laci dasbor dan door handle dalam. Joknya pun pakai eks M3 Evo, namun stir pakai E36 Limited Edition.

Sedangkan pelek, Asen memilih BBS CH berdiameter 19 inci, namun lebarnya lebih ‘sopan’, 9 inci. Sementara ban memadukan Achilles 225/35-R19 (depan) dan 235/35-R19 (belakang) dengan coilover Bilstein PSS9.

Hebatnya kedua mobil ini adalah kerap kali kedapatan memacu adrenalin. Bahkan, Abi menggunakan di balapan resmi di sirkuit Sentul beberapa waktu lalu. Gitu dong! (mobil.otomotifnet.com)

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa