Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Test Ban Hankook Ventus ME01 & Optimo ME02, Bikin Got Demi Traksi

Billy - Rabu, 18 Juli 2012 | 15:02 WIB
Test Ban Hankook Ventus ME01 & Optimo ME02, Bikin Got Demi Traksi
Reza
Test Ban Hankook Ventus ME01 & Optimo ME02, Bikin Got Demi Traksi

Test Ban Hankook Ventus ME01 & Optimo ME02, Bikin Got Demi Traksi
Reza
Test Ban Hankook Ventus ME01 & Optimo ME02, Bikin Got Demi Traksi
Semakin pesatnya perkembangan otomotif di Tanah Air, membuat seluruh industri pendukung ikut berkembang. Tak ketinggalan pabrikan ban, yang sangat bersangkutan erat. Salah satunya, Hankook, merek asal Korea yang agresif membangun pabrik di daerah Cikarang, Jabar.

Sebagai perkenalan, seri Ventus ME01 dan Optimo ME02 yang dibawa langsung dari Korea untuk pasar Indonesia. Tapi tenang, begitu pabrik di Cikarang mulai produksi bulan November 2012 nanti, akan banyak varian yang disiapkan. "Sekarang, customer Indonesia bisa merasakan langsung kecanggihan teknologi Eropa yang dimiliki seri ini," terang Jae Bum Park, Vice President ASEAN - India Marketing & Sales Division Hankook. 

Melihat pattern yang ditawarkan, Hankook tampil percaya diri dengan desain asimetris untuk tipe Ventus, dan alur searah di Optimo. Menilik ukuran, rasanya Ventus lebih cocok untuk pengguna sedan, sedangkan Optimo lebih pas terpasang pada MPV Indonesia. Namun, keduanya punya kesamaan karakter, yakni punya 4 buah alur got yang cukup lebar. "Desain ini berguna untuk menambah grip dan traksi pada kondisi jalan basah," ungkap Yusuf Wibisono, Marketing Manager ASEAN - India Marketing & Strategy Team Hankook.

Keunggulan Hankook juga dari teknologi HRC (Heat-Resistant Rubber Compound) yang berguna manambah daya tahan ban terhadap gesekan dan panas berlebih. Apalagi, melihat tampilan sidewall yang membulat, Hankook bakal lebih sesuai untuk meningkatkan kenyamanan.

Test Ban Hankook Ventus ME01 & Optimo ME02, Bikin Got Demi Traksi
Reza
Test Ban Hankook Ventus ME01 & Optimo ME02, Bikin Got Demi Traksi
Kombinasi antara performa tapak asimetris tanpa mengurangi kenyamanan dalam beragam kondisi jalan. "Keuntungan lain asimetris, begitu ketemu jalan menikung, maka sisi tapak terluar ban yang akan meningkatkan performanya," sambung Yusuf.

Akhirnya, sesi mengarungi trek seputaran parkiran paddock Sentul jadi ajang pembuktian. Kalau Ventus terpasang di Toyota Camry, sedang Optimo terpasang pada All New Toyota Avanza. Uji pertama melewati aspal yang diberikan beberapa lapis kayu untuk mensimulasikan jalan rusak. Setelah itu, kedua varian dipakai menikung slalom dengan kecepatan sama. Hasilnya, Ventus ataupun Optimo masih memberikan hasil baik, tanpa ada gejalan slip ataupun ban berbunyi.

Ujian selanjutnya, meningkatkan kecepatan sampai 60 km/jam. Saat ajang slalom dengan kecepatan 60 km/jam, Optimo sedikit berdecit, walau tidak terlalu berasa perubahan handling di setir. Begitu juga ketika dipakai hard braking, kun yang diletakkan pada jarak sekitar 5 meter di depan tak tersentuh sama sekali. Pun ketika dilakukan pengereman dalam kondisi jalan basah.

Sekarang, tinggal menunggu positioning harga yang bakal ditetapkan begitu launching nih. Apabila pas, bukan tak mungkin merek yang jadi one make tire pada ajang balap DTM (Deutsche Tourenwagen Masters) ini bakal jadi favorit baru di Indonesia.  (mobil.otomotifnet.com)

Editor : Billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa