Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Menjelajah 3 Titik Sensitif Toyota All New Avanza Veloz

billy - Rabu, 23 November 2011 | 08:12 WIB
Menjelajah 3 Titik Sensitif Toyota All New Avanza Veloz
Menjelajah 3 Titik Sensitif Toyota All New Avanza Veloz

Menjelajah 3 Titik Sensitif Toyota All New Avanza Veloz
Menjelajah 3 Titik Sensitif Toyota All New Avanza Veloz
Padang – Veloz, kasta tertinggi di keluarga All New Avanza menjadi obyek eksplorasi OTOMOTIFNET.com di hari pertama event “Test Drive Toyota New Avanza dan Avanza Veloz" di Sumatera Barat (19-20/11) lalu. Penasaran terpendam sejak terbang dari Jakarta menuju Padang akhirnya terbayar setelah OTOMOTIFNET.com sukses menjelajah 3 titik sensitif Veloz di bangku belakang, tengah dan depan.

Dalam keluarga Avanza terbaru, type 1.5 S berganti nama menjadi Avanza Veloz. Masih mengusung mesin 1500cc, transmisi otomatis dengan banderol tertinggi yaitu Rp 180 juta. Perbedaan Avanza Veloz dibanding New Avanza type lainnya antara lain desain grill depan lebih elegan, model pelek, audio 6 speaker, kaca belakang antikabut serta sistem rem ABS.

Performa mesin juga mengalami koreksi. Torsi diturunkan untuk mengejar efisiensi bahan bakar yang lebih bagus. Tapi uniknya akselerasi bisa tambah bagus karena bobot mobil lebih ringan serta sudah menggunakan electronic power steering. Yah, atas perubahan-perubahan itulah yang membuat OTOMOTIFNET.com makin penasaran.

Handling

Menjelajah 3 Titik Sensitif Toyota All New Avanza Veloz
Menjelajah 3 Titik Sensitif Toyota All New Avanza Veloz
Setibanya di bandara Minangkabau, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bukit Tinggi. Kali ini kemudi Avanza Veloz masih dipegang oleh panitia. OTOMOTIFNET.com memanfaatkan kesempatan ini untuk menjelajah titik sensitif Veloz yang pertama yaitu menjadi penumpang di bangku tengah.

Impresi pertama kali masuk kabin Veloz, disuguhkan colour serba gelap. Terkesan mewah, tapi secara ergonomi masih serasa masuk ruangan Avanza lama. Posisi duduk serta kelegaan kaki juga tak banyak berubah. Bangku tengah masih terasa nyaman.

Sebagai penumpang di bangku tengah, OTOMOTIFNET.com justru merasakan perubahan yang lebih nyaman pada suspensi yang lebih kokoh dan stabil. Hemmm…. tapi feeling tersebut masih butuh pembuktian lebih lanjut setelah OTOMOTIFNET.com pegang kemudi (duduk di depan) serta duduk di baris paling belakang.

Setibanya Bukit Tinggi, perjalanan dilanjutkan menuju Lembah Harau. Sebuah obyek wisata air terjun nan elok. Kali ini OTOMOTIFNET.com tak membuang kesempatan untuk menjelajah titik kedua Veloz yaitu di bangku bagian depan sekaligus pegang kemudi. Di bangku depan, masih sama nyamannya dibanding versi lama. Perubahan paling menonjol masih seputar handling yang lebih mantap, stabil hingga kecepatan 110 km/jam. Mau geber lebih kencang, treknya sangat tidak memungkinkan.

Perjalanan kembali ke Bukit Tinggi, OTOMOTIFNET.com beralih posisi di bangku belakang sekaligus melengkapi eksplorasi di titik sensitif Veloz yang ketiga. Pastinya, duduk di baris paling belakang bisa membuat OTOMOTIFNET.com tertidur. Secara keseluruhan, ruang kabin Avanza Veloz masih serasa versi sebelumnya. Perubahan colour serta desain interior membuat nuansanya lebih fresh dan elegan.

Performa Mesin

Jujur, data spek yang menurunkan torsi mesin 1500cc dari 14,4 kg-m menjadi 13,9 kg-m pada putaran 4400 rpm memunculkan keraguan OTOMOTIFNET.com. Apakah akselerasi tidak ikutan turun? Hemmm… faktanya dalam perjalanan menuju Bukit Tinggi dan Lembah Harau yang melibas trek tanjakan berkelok-kelok bisa dilahap dengan mudah oleh Avanza Veloz.

Menjelajah 3 Titik Sensitif Toyota All New Avanza Veloz
Menjelajah 3 Titik Sensitif Toyota All New Avanza Veloz
Penurunan bobot mobil sekitar 30 kg serta perubahan system steering dari hidrolic ke electronic ternyata cukup ampuh memperbaiki akselerasi Avanza Veloz. Dari pantauan tachometer, tenaga serta akselerasi  Veloz serasa melejit mulai di putaran sekitar 2700-3000 rpm. 

So, teknik mengemudi Veloz bertransmisi otomatis ini juga harus cermat. Ada dua pilihan teknik berkendara ala Veloz matic. Pertama, teknik kick down. Pengemudi tidak perlu ragu untuk injak gas lebih dalam dengan cepat. Makin cepat mencapai rpm ideal (sekitar 2700-3000 rpm) maka akselerasi makin nendang dan lebih nyaman buat ngebut atau selap-selip. Tetep ada delay, tapi hanya sebentar saja.

Teknik kedua, yaitu memainkan tongkat persneling dari posisi D ke gigi lebih rendah misalnya 3 atau 2. Tentunya sambil memperhatikan putaran mesin. Jika menggunakan posisi D putaran mesin terlalu turun dari rpm ideal, ya silahkan diturunkan ke gigi 3 atau lebih rendah lagi. Sehingga rpm akan naik dan menghasilkan power ampuh untuk menanjak di jalanan Padang menuju Bukit Tinggi. (mobil.otomotifnet.com) 

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa