Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Check Engine Honda Jazz Menyala pada 60 km/jam? Periksa Knock Sensor, deh!

Jumat, 29 Agustus 2014 | 15:02 WIB
No caption
No credit
No caption

Jakarta - Ada kejadian unik yang menimpa Honda Jazz VTEC keluaran 2006 milik Robby Abidin. Kejadiannya hanya pada ketika kendaraan menyentuh 60 kpj atau lebih.

Lampu check engine tiba-tiba menyala. Kemudian ketika kendaraan sudah berhenti dan mesin dimatikan, pada saat dinyalakan kembali check engine light hilang. Alias normal tanpa adanya gangguan.

"Sempat bingung juga lampu check engine menyala. Namun tidak ada gejala-gejala aneh atau mesin tidak normal," ungkap Robby.

Kejadian ini berulang-ulang kali terjadi sampai pria bertubuh tinggi besar ini membawa kendaraannya untuk didiagnosis. Hasil scan langsung ketahuan, bersumber dari knock sensor. Letaknya di bawah intake manifold, ada 1 sensor menempel ke blok mesin. "Ternyata soketnya terlepas," ucap pria berkacamata minus ini.

Fungsi knock sensor cukup penting untuk mengatur ignition timing. Jika terjadi ngelitik, maka timing pengapian akan dimundurkan. "Kalau tanpa knock sensor, maka bisa jadi gejala ngelitik terus ada karena timing pengapian sudah di-set dari pabrikan tidak bisa diubah," ujar Rudy Solihin dari Ramayana Motor Kedoya, spesialis Honda. Knocking tentu saja membahayakan bagi internal mesin.

Jadi kalau kendaraan Honda Jazz GD3 VTEC tiba-tiba mengalami kejadian serupa. Hal pertama tinggal cek knock sensor saja. Berikut OTOMOTIFNET berikan tips do it yourself pengecekan knock sensor sekaligus membersihkannya.

No caption
No credit
No caption


1. MIL (Malfunction Indicator Light) atau akrab disebut check engine menyala setiap jarum speedometer menyentuh 60 kpj. "Hal ini disebabkan pada RPM tertentu dan speed tertentu, ECU meminta data dari knock sensor jika ada terjadi ngelitik atau tidak," ujar Rudy Solihin. Ketika data tidak dikirimkan oleh knock sensor, maka ECU otomatis langsung memunculkan MIL.

No caption
No credit
No caption


2. Soket terlepas atau tidak kencang dapat menyebebkan trouble code pada masing-masing sensor. Contohnya knock sensor yang dialami modifikator motor besar ini. "Mungkin karena saya pakai bahan bakar oktan 95 jadi tidak ada gejala ngelitik. Kalau pakai RON 88, mungkin sudah knocking tuh," ucap Robby

No caption
No credit
No caption


3. Sekalian saja dibersihkan dahulu sebelum dipasang. Cara membersihkan cukup mudah. Gunakan saja contact cleaner dan disemprotkan ke terminal pada sensor dan soketnya. Walaupun cairan tersebut memiliki sifat quick dry, namun tidak ada salahnya didiamkan sekitar 10 menit agar cairan benar-benar kering

No caption
No credit
No caption


4. Pasangkan kembali soket knock sensor, dan pastikan sampai terdengar bunyi klik. Cek kembali apakah soket sudah benar-benar terkunci sempurna pada sensor.



5. Lakukan reset history trouble code dengan cara mencabut terminal aki negatif selama 30 menit. "Cara ini adalah opsional. Tidak di-reset juga tidak masalah. Namun history akan tetap ada bahwa kendaraan pernah mengalami error pada knock sensor," terang Rudy. (mobil.otomotifnet.com)

Editor :

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa