Inden Mobil Pasca Banjir Thailand, Hindari Tipe dan Warna Favorit

billy - Senin, 5 Maret 2012 | 12:03 WIB
No caption
No credit
No caption


Banjir Thailand tahun lalu masih terasa dampaknya di Indonesia. Pasokan mobil dan komponen dari sana masih terhambat. Pabrik PT. Honda Prospect Motor (HPM) di Karawang masih belum beroperasi normal sampai sekarang. Akibatnya daftar inden Jazz sangat panjang. Utamanya versi RS matik warna putih.

Dari 3 dealer Honda di kawasan Jakbar, Pondok Indah dan Bintaro, kami mendapat jawaban seragam, "Bila pesan minggu ini (masuk awal Maret, Red.) unitnya siap di Juni." Buat model non putih siap di April dan Mei. "April kami beroperasi normal kembali," sahut Jonfis Fandy, Marketing & Aftersales Director PT. HPM.

Di website-nya, sebuah dealer Honda di Bali menceritakan inden Jazz memang lama karena tidak ada stok hampir di semua dealer di Indonesia. Berita di situs www.honda-indonesia.com menjelaskan total penjualan Jazz di Januari 2012 hanya 2 unit. Semua ini karena keterbatasan komponen dari Thailand karena pabrik Honda di sana kena banjir pada Oktober 2011 dan perlu waktu 6 bulan untuk recovery.

"Jadi bisa dihitung 6 bulan itu tepatnya April 2012 pabrik Honda di Thailand baru bisa beroperasi dan informasi yang saya dapat unit ready mulai dari Mei 2012. Jadi bersabarlah, karena banyak yang inden dari November 2011 dan di dealer saya jumlahnya sudah di atas 50 unit," jelasnya.

WARNA FAVORIT

"Memang masih ada keterbatasan suplai dari Thailand," ungkap Astrid Ariani Wijana, Marketing Manager PT. Mazda Motor Indonesia (MMI).Sebagai contoh Mazda2 HB (hatchback) yang menjadi backbone MMI. Menurut Astrid, demand-nya bisa mencapai 300 unit/bulan. Sebelum banjir di Thailand, MMI mampu mendistribusi ke dealer 600 unit/bulan. "Kalau sekarang enggak pasti, rata-rata bisa suplai sekitar 400 unit/bulan."

Bagaimana soal inden? Astrid mengatakan sangat bergantung dari banyak faktor. Misal model, tipe dan warna. "Kalau untuk Mazda2 HB A/T bisa 3 minggu. Tetapi transmisi manual bisa lebih lama, yakni 5 minggu," ujarnya.

Bagus Susanto, Managing Director PT. Ford Motor Indonesia (FMI), pun mengakui dampak banjir tersebut agak mengganggu pasokan. Terutama Ford Fiesta HB. "Awal Januari sedikit terganggu. Tetapi Februari sudah mulai membaik," jelasnya. Ia memberikan contoh inden Fiesta HB, secara rata-rata nasional FMI mematok maksimal 1 bulan.

"Tetapi semua itu juga tergantung dengan warna dan tipe favorit," sambung Bagus. Tipe atau warna favorit sangat mempengaruhi waktu inden konsumen. Semisal Fiesta warna putih dan merah yang saat ini masih diincar konsumen. "Atau, Fiesta tipe 1.6 Sport yang menurut dealer lagi banyak dipesan," katanya lagi.

Soal warna favorit ini juga dialami Pajero Sport. Meski pabriknya di Thailand aman banjir, toh peminatnya mesti bersabar. Kalau ingin warna putih inden bisa 2-3 bulan, tetapi nonputih bisa sebulan saja. "Desember kita enggak ada suplai sama sekali dari Mitsubishi Thailand," jawab Intan Vidiasari, Public Relation Head PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB). Jika November 2011 bisa jualan 1.300 unit/bulan sekarang turun jadi 900 unit sebulan. "Beberapa vendornya kena banjir maka suplai terhambat. Mitsubishi Thailand sekarang lagi recovery. Produksi akan dinormalkan kembali dan per Maret semua inden akan dipenuhi," lanjutnya.

HUKUM PASAR

Demand tinggi suplai seret maka hukum pasar pun tak terhindari. Seperti melambungnya harga tak sesuai price list. Mau cepat? Silakan tambah uang muka. Bahkan ada namanya ‘jalur prioritas atau VIP'. Bila normalnya 3 bulan maka lewat jalur ini seminggu siap delivery. "Kami tak menampik gejala ini karena hukum pasar. Tapi kalau upping price-nya kelewatan tentu kami akan menegur main dealer," sahut Widyawati, Marketing Planning Division Head PT. Toyota Astra Motor (TAM). Namun dirinya belum melihat ada indikasi ke arah tersebut meski inden Avanza Veloz mencapai 4-5 bulan.

Sejak diluncurkan November 2011-Januari 2012 New Avanza sudah ter-delivery 36.592 unit. Sedang yang belum sudah menumpuk hingga 32.400 unit. Sebelum launching kapasitas produksi ditetapkan 14.000 unit sebulan. Namun karena permintaan membeludak tak serta merta kapasitas produksi bisa digenjot misal menjadi dua kali lipat. "Ini saja sudah ditambah jadi 15.000 sampai 16.000 unit sebulannya," terang Widyawati.

Januari total penjualan New Avanza 14.762 unit dan Februari bisa mencapai 15.000 unit. Paling banyak permintaan di seri 1.3L G manual dan Veloz 1.5L manual. Dari total produksi Veloz dialokasikan hingga 15%. Dengan uang muka 20% inden diberlakukan harga tidak mengikat.

"Pabrik sudah kapasitas full, 2 shift," ungkap Rio Sanggau, Division Head Domestic Marketing PT. Astra Daihatsu Motor (ADM). Pabrik Daihatsu memproduksi New Avanza dan New Xenia sekaligus. Jika ingin menambah kapasitas produksi maka diperlukan plan 3 bulan sebelumnya. Dan ini pun tergantung kesiapan vendor. New Xenia sendiri juga inden. "Sekitar 12.000-an hingga saat ini," jawab Rio. Sementara jualannya dari November 2011-Januari 2012 mendulang 24.000 unit.

ADM tersenyum gembira di awal tahun ini. Di Januari berhasil menjual 13.038 unit atau naik 15,2 persen dibanding Desember 2011 sebanyak 11.313 unit.Meningkatnya penjualan berkat pasokan komponen mulai lancar sehingga tingkat inden bisa ditekan. Menurut Rio inden 3 bulan bagi mobil baru seperti New Xenia terbilang wajar. Xenia berkontribusi besar sebanyak 6.031 unit atau 46% dari total penjualan bulan lalu.

• Panji, MAG
Editor : billy

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa