Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Honda Shadow 1100, Kental Unsur Budaya

billy - Minggu, 30 September 2012 | 09:10 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Bagi seorang builder, diberi kebebasan berkreasi punya kenikmatan sendiri. Sudah pasti seluruh kemampuan bakal dicurahkan tanpa tedeng aling-aling. Seperti Donny Ariyanto dari bengkel Studio Motor Custom Bike ketika meracik Honda Shadow 1100. Pemiliknya hanya pesan agar tetap mempertahankan rangka standar. Pesan diujung pembicaraan ini yang justru bikin Donny putar otak …!

Putar otak namun tidak sampai putar leher yang berakibat salah urat. Memang Adhy Setiawan pemilik motor ini menyerahkan seluruh ubahan modifikasi ke sang builder.

Lantaran pemilik motor ingin tetap mengusung rangka standar, paling aman dipilih tampil bergaya pro street modern. “Pengin motor ini dibikin lebih segar bro, pro street bobber sangat mewakili apa yang saya pengenin, terserah lho buat ngembanginnya,” cerita Donny saat Adhy Setiawan menyampaikan pesannya.

No caption
No credit
No caption

Lantaran rangka standar tetap dipertahankan, setelah bodi asli dilucuti pengerjaan langsung fokus dengan ubahan pada areal kaki-kaki. Lingkar roda standar dirasa sudah tidak mewakili lagi, makanya roda langsung kena ubahan.

Untuk areal depan tetap aplikasi lingkar pelek 19 inci. Sedangkan buat belakang semula pakai pelek 16 inci diubah dengan pelek 18 inci. “Ubahan roda belakang ini yang bikin ergonomi motor jadi rata,” jelas Donny yang menjejali lingkar roda belakang hasil custom.

Untuk bikin ergonomi motor jadi rata, tidak hanya pemasangan pelek berdiameter lebar saja rupanya. Sok depan yang semula posisinya lebih jangkung juga terpaksa harus diakali biar lebih pendek. "Sok depan diameter pipanya sudah mumpuni cuma biar posisinya lebih pendek per bagian dalam harus dipangkas," urai builder yang ramah ini.

Setelah motor berdiri, kemudian areal tangki jadi sasaran pertama perngerjaan bodi. Modelnya tetap menganut penampung bahan bakar bergaya tear drop alias tetesan air yang mengandalkan pelat galvanis 1,2 mm.

Bodi belakang enggak mau hanya berupa sepatbor saja, namun didesain justru mirip buntut café racer. Modelnya dibentuk setengah membulat yang sedikit menutup bagian atas roda belakang. “Kalau café racer biasanya jarak buntut dengan ban roda belakang belakang lebih renggang,” lanjut Donny.

Untuk memunculkan corak budaya Indonesia, motif empat batik daerah jadi andalan. Mulai dari batik Cirebon, Parang Kesumo, Truntum dan Ksatrian dilukis dengan indah berpadu warna hitam yang dominan dan stripping gold dibagian atasnya. Proses batik ini dikerjakan dengan teknik airbrush yang seluruhnya dikerjakan oleh Komet Studio.  (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Avon Cobra 120/70-19
Ban belakang : Avon Cobra 180/55-18
Footstep : Custom
Stang : Custom Drag Bar
Tutup Tangki : RSD
Studio Motor : 081808199489

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa