Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Honda Blade 110, Setingan Cerdik Kuasai GOR Satria

billy - Selasa, 26 April 2011 | 16:23 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Honda Blade pacuan Alhdila Eka Darma, tidak tertandingi di kelas bebek 4-tak tune-up seeded (MP2), di MotoPrix 2011 Region 2 putaran ke-3 di Purwokerto, Minggu (10/4) lalu. Poin tertinggi diraih setelah race ke-1 di posisi kedua dan race ke-2 dia pemenangnya.

Pembalap andalan tim Honda Daya Denso Showa NHK Jayadi ini mengaku main cerdik saat turun di sirkuit GOR Satria yang berkarakter stop and go. Apalagi cuaca di central of java kadang hujan, mendung dan mendadak terik.

“Dengan spek mesin sama, di trek ini gir reduksi belakang cuma turun 1 mata. Sedang waktu di Kemayoran, gir reduksi pakai perbandingan 13/41. Nggak terlalu banyak sih. Sebab lepas R terakhir, trek lurusnya lumayan panjang,” ujar Rahmat Hidayat alias N-cek mekaniknya.

Cuma di akhir trek lurus, motor harus masuk tikungan patah. Tenaga di rpm bawah enggak boleh habis. Kalau enggak, pintar memainkan rpm, bisa telat.

Turun satu mata gir belakang, dikatakan N-cek juga untuk menyesuaikan bandul kruk-as yang usung magnet Yamaha YZ125. Apalagi diketahui kalau komponen penghasil arus bolak-balik itu, bobotnya tidak lebih dari 600 gram.

Dari situ, tenaga yang dihasilkan mesin kompresi 13 : 1, akan lebih tepat disuplai bensol biru yang punya oktan lebih tinggi. Dapat dilihat kalau power mesin tidak kelihatan terkuras, meski motor bergasing di tikungan patah-patah R4 sampai R6.


Tapi, untuk dapatkan tenaga seperti itu, ubahan di kepala silinder tetap jadi perhatian. Kata N-cek, debit gas bakar diatur kem yang durasinya sudah dibikin merata 272 derajat. Alirannya melintasi payung klep Honda Sonic custom berdiamater 27/23 mm.

“Karena pakai panyung klep gede, sudutnya digeser lebih dalam biar saat overlap enggak mentok ke kepala piston. Cuma soal jaraknya, diserahkan ke Udin, tukang bubut yang biasa geser sudut klep,” lanjutnya.

Nah, lantaran di race ke-2 cuaca agak mendung, untuk main aman setingan spuyer di Mikuni kotak 24 juga diturunkan satu step. “Kalau terik pakai main-jet 155, kemarin jadi 150/27,5 agar hasil pembakaran enggak terlalu basah di bawah,” tutup pria ramah ini. Cerdik. (motorplus.otomotifnet.com)

DATA MODIFIKASI
CDI : BRT I-Max
Knalpot : SND
Busi : Denso Iridium Power
Cakram depan : Daytona
Sok belakang : Showa Prototype 

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa