Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Karbu VS Injeksi Versi Mekanik Balap, Jangan Takut Pakai Teknologi Baru!

billy - Sabtu, 1 Desember 2012 | 11:52 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Bagi sebagian biker, tren motor bersistem injeksi justru menakutkan. Alasannya, perawatannya susah dan spare part mahal. Padahal, kalau tahu, sistem injeksi justru lebih mudah dan efisien. Baik biaya maupun belanja bensin. Satu lagi, sistem injeksi ini bikin langit biru karena emisi gas buang lebih baik ketimbang karburator

Mesin bisa menyalak, tergantung pembakaran. Nah, pembakaran di mesin memerlukan suplai bahan bakar dan udara yang berasal dari karbu atau injeksi.

Pada injeksi, menggunakan peranti elektronik. Semprotan bensin disesuaikan dengan udara yang masuk benar-benar ditakar presisi. Supaya tidak meninggalkan karbon dan tidak mencemari lingkungan. Hasilnya bensin jadi irit karena pembakaran sempurna menghasilkan ledakan besar.


“Debit bahan bakar dan udara yang disemprotkan ke ruang bakar lebih akurat. Karena dikontrol ECU atau Engine Control Unit,” ujar Benny Djati Utomo, manajer tim Astra racing team yang juga pawang Honda Supra X125 Injeksi. Motornya merajai Indoprix seri pamungkas di Binuang lalu.

Di dalamnya berisi sensor putaran mesin (Throttle Position Sensor), sensor udara (Intake Air Temperature), sensor suhu mesin dan pendinginanan (engine oil dan coolant temperature) dan banyak sensor lainnya.

ECU inilah yang mengontrol komposisi antara bbm-udara mendekati 15 : 1. Perbandingan angka tersebut adalah perbandingan paling ideal untuk membuat mesin motor tak hanya efisien, tapi juga bertenaga.

Begitupun saat menghidupkan motor pagi hari. Langsung ngueng. “Kan sistem injeksi sudah dilengkapi sensor suhu mesin dan suhu udara sekitar. Sehingga ECU akan mengirimkan data ke injektor untuk menambahkan debit bahan bakar. Orang awam bilang, melakukan choke otomatis,” ujar Haris Shakti Wibowo. Dia adalah mekanik tim Yamaha Yamalube FDR KYT Trijaya.

Perawatannya pun mudah. Setiap servis, tak perlu bongkar injektor. Karena semua disetel melalui komputer. lebih cepat, dan efisien dari sisi waktu.

Saat ini , baik Honda, Yamaha, Kawasaki dan Suzuki sudah membekali bengkel resminya dengan perangkat perawatan injektor. Nah, sekarang bandingkan dengan sistem karburator yang masih mengandalkan kevakuman saja.

“Jadi, volume bensin, tergantung dari pergerakan piston. Setingan bensin dan udara ke ruang bakar juga ditentukan oleh diameter moncong karburator, pilot & main jet, serta baut setelan angin dan bensin,” tambah Mlethies, sapaan karabnya.

Karena dilakukan manual, kerap terjadinya setingan tidak pas. Inilah yang menyebabkan motor jadi boros bahan bakar. Bila terlalu irit, malah tidak bisa dipacu dan susah hidup di pagi hari.

Dari segi komponen juga memang lebih banyak injeksi. Tapi, rusaknya sangat lama. Sehingga ongkos perawatan tidak jauh beda dengan sistem karburator. Apalagi arahnya nanti semua motor pakai injeksi.  (motorplus-online.com)

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa