Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Nissan Cefiro SV "A31" 1994, Mainan Baru Kian Seru

billy - Rabu, 10 Agustus 2011 | 15:03 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

JAKARTA - Namanya juga berkutat di media massa yang murni berkonten otomotif, bohong saja kalau Soni Riharto nggak ikutan gatel dengan beberapa aktifitas balap yang sering diperbincangkan sesama koleganya.

Mulai dari drag race, slalom hingga off-road pun pernah dijajalnya sendiri. Sekarang lagi keranjingan drift makanya pemimpin redaksi Tabloid Otomotif ini menyiapkan besutan teranyar. Nissan Cefiro SV keluaran 1994 menjadi mainan barunya untuk 2011.

Mesin 311 DK
Sebelumnya, Soni membuat sensasi dengan ngedrift pakai Toyota Cressida 1987 demi melampiaskan hasrat ‘menari’ di atas aspal. Namun tak bertahan lama karena secara spesifikasi memang kurang kompetitif.

No caption
No credit
No caption

Selain itu pula, sudah nyata banyak drifter yang ‘bersinar’ dengan besutan yang kerap disebut ‘Baby Skyline’ ini. “Yang pasti-pasti aja dah,” bisiknya. Sebuah mobil standar dengan transmisi matik ditebusnya seharga Rp 28 juta.

Menggandeng Otomotif Service Station (OSS) Motorsport yang notabene masih seatap dengan Tabloid Otomotif, Soni mempercayakan sedan 4 pintu anyarnya diacak-acak sesuai spek drift.

“Untungnya mesin Toyota 1JZ-GTE VVTi dan girboks manual Toyota GX71 lungsuran dari Cressida masih bisa dipakai lagi,” ungkapnya. Tentunya dengan banyak pembenahan untuk meraih performa maksimal.

Selain peremajaan pada bagian internal engine parts, turbocharger Borg-Wargner Bulls Eye, aluminium intercooler gambot, blow-off valve dan external waste gate godam Turbo Smart, hingga perabotan lenong lain dibelikan yang masih gres.

No caption
No credit
No caption

Pendek kata, saat setting dan dynotest di Khatulistiwa Suryanusa (KSN), mesin dipatok pada angka 311 dk. “Tenaga enggak perlu gede tetapi torsi dibuat maksimal,” papar Ovi Sardjan, tuner dari KSN.

Maklum, ECU dan wiring pakai produk Haltech PS2000, jadi sekalian setting di Pramuka, markas besar KSN. Ini lantaran kondisi trek di Kemayoran menuntut torsi mesin sebesar mungkin karena lintasan yang banyak cornering.

Tak heran bila pembenahan bagian kaki-kaki yang memang spesifik untuk drifitng jadi utama. Baik itu suspensi depan–belakang Tein Super Drift, lower arm depan dan belakang Drift Works serta lower link arm belakang Megan.

No caption
No credit
No caption

“Lagi-lagi biar pasti saja ketimbang ngakalin sana-sini, ribet lah,” ujar pria berkacamata minus yang cukup kenyang bereksperimen ini. Sebenarnya ini masih belum bisa dibilang top of the line, namun sudah jauh lebih baik ketimbang yang pertama.

Terbukti saat melakukan latihan hingga battle pada ajang IIMS Drift War 2011 kemarin di Kemayoran, Jakpus, mobil sudah enak untuk menari diantara cone dan lintasan. “Mobil dan driver sih sudah sehat wal afiat, tinggal event saja yang kemarin belum waras,” kelakar Soni yang ‘terpaksa’ kandas di 32 besar.

Maksud lho..?

Bodi Ringan Fiberglass
Layaknya semua besutan balap, pasti butuh tenaga mumpuni untuk bisa menghasilkan performa terbaik saat di lintasan. Termasuk saat drifting, sebuah besutan butuh kombinasi pas antara tenaga dan torsi maksimal.

Tak jarang urusannya berbanding lurus antara bobot total kendaraan dan tenaga yang tersalurkan ke roda. Perbandingan antara tenaga yang dihasilkan mesin dan bobot kendaraan punya istilah keren power to weight ratio (PWR).


Mencapai tujuan ini, Soni Riharto tak segan untuk memangkas bobot total Nissan Cefiro SV miliknya dengan pemakaian material ringan pada sekujur bodi.

Tak hanya mengerik peredam dan membuang perabotan lenong mobil yang tidak perlu, Soni rela merogoh kocek lagi untuk mengganti pelat bodi dengan fiberglass. “Penurunan bobot bisa mencapai 30-40%,” terangnya.

Makanya semua pintu juga fender depan kiri-kanan dibuatkan dari fiberglass. Termasuk kap mesin dan kap bagasi yang punya penampang lebar alias berat.

Termasuk kaca pintu dan kaca belakang juga sudah menggunakan akrilik setebal 3 mm sebagai pengganti kaca (beling) yang terkenal berat.

Masih kurang ringan, tangki bensin orisinal pabrik yang masih pakai pelat besi tebal, diganti tangki aluminium ringan berkapasitas 10 liter yang cukup untuk ‘bermain’ satu putaran    (mobil.otomotifnet.com)

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa