Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Merawat Safety Belt, Melembutkan Sabuk Yang Keras

billy - Senin, 30 April 2012 | 07:04 WIB
No caption
No credit
No caption

 JAKARTA - Suatu saat Yusuf ingin mengendarai mobil miliknya yang jarang dipakai. Namun ketika sudah duduk dan menarik sefety belt, ia merasa sabuk/talinya sudah mengeras atau kaku. Ia pun kepikiran melakukan sesuatu agar sabuknya bisa kembali lembut.

Hal demikian bisa terjadi karena sabuk kotor, terutama kendaraan yang dipakai di daerah proyek. Atau safety belt, kadang disebut seat belt itu sudah berusia 7-8 tahun ke atas yang menyebabkan sabuknya kaku.

"Karena bahannya fabric, debu atau kotoran bisa menyerap ke dalam, apalagi jika kondisi dalam mobil lembab," kata Daniel Saputra, manajer Show Car Garage, bengkel salon mobil di Jln. Meruya Ilir Raya No.191, Jakbar.

Mengatasinya cukup dibersihkan dengan air sabun yang dibasuh dengan lap. "Bisa juga pakai obat khusus untuk membersihkan debu atau kotoran yang sampai hitam banget. Gosok saja pakai sikat gigi," saran Daniel (Gbr.1).

"Saya pernah coba pakai silicone spray, sabuk safety belt pada mobil lama saya kembali lembut," timpal Tjahja Tandjung yang tahun lalu mempraktikkannya pada Renault Scenic 2003-nya.

Pemilik supermarket oli Toda yang juga menjual berbagai macam cairan untuk kendaraan itu, menyemprot sabuknya bolak-balik. Kira-kira 1 jam, sabuk jadi lembut. Silicone spray yang dipakai tidak menimbulkan bau, tidak lengket dan tidak meninggalkan bekas di baju. Jadi menurutnya aman digunakan (Gbr.2).

Namun Daniel maupun Tjahja meningatkan, jenis silikon berbeda-beda, hendaknya pemakai mengerti apa kegunaannya. "Jika diperuntukkan buat plastik atau karet, oke saja," lanjut Tjahja.

Apabila sabuk sudah berusia 10 tahunan, sebaiknya diganti baru. "Sabuk yang terbuat dari webbing (bahan tenun yang kuat), bisa saja retak, robek, kena sayatan kecil atau benangnya terkelupas misal sudah kaku. Kalau ada tanda-tanda seperti itu, sebaiknya diganti," ungkap Jusri Pulubuhu, Training Director JDDC (Jakarta Defensive Driving Consulting).

Menurutnya, seat belt dirancang untuk mengurangi cedera serius dari sebuah kecelakaan serius. Makanya ia juga tidak setuju jika ada yang memakai safety belt copotan bekas dari negara tetangga. Harganya memang murah, tetapi mungkin saja bekas dari mobil yang kecelakaan. "Itu memang legal, tetapi dari segi safety tidak terjamin," imbuhnya.

Ia juga berpendapat, sebaiknya safety belt jangan dibersihkan menggunakan cairan yang mengandung bahan kimia, termasuk sabun. Tapi boleh saja jika ada produk yang memang khusus untuk merawat safety belt (Gbr.3).  (mobil.otomotifnet.com)

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa