Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Perawatan Mesin Diesel, Bahan Bakar Faktor Terbesar

billy - Kamis, 29 September 2011 | 12:15 WIB
No caption
No credit
No caption

Jakarta - Ibarat mesin injeksi ada peminum bensin, dapur pacu common rail masa kini sudah canggih dengan pengontrol mesin elektronis. Lantas, bagaimana dengan perawatannya? Sudah pasti berbeda. Akan tetapi jangan bayangkan prosedur jelimet dengan berbagai macam tahap mutakhir dulu. Ternyata semua bisa dimulai dengan langkah ringan. Salah satunya, kontrol terhadap bahan bakar.

Mampat Bikin Loyo

Nyatanya, mesin diesel tetaplah diesel. Karakternya masih bisa mencermikan peminum solar tipe lawas. Misalnya, dari jaman dulu mesin diesel akan terasa lebih loyo kalah kondisi saringan udaranya kotor. Pada mesin bensin, kondisi ini bisa sedikit terobati karena percikan api di dalam silinder yang memantik bahan bakar.

No caption
No credit
No caption

Nah pada diesel, saringan udara kotor mengurangi jumlah udara yang bisa diledakkan dengan bahan bakar yang tersedia. Pun demikian dengan saringan bahan bakar. Kalau kotor bisa menghambat jumlah bahan bakar.

Saringan udara bisa ikut prosedur pengecekan servis rutin. Misal dibersihkan setiap 10 ribu kilometer. Namun bagaimana dengan saringan solar? “Bisa pantau indikator di dasbor, kalau sudah menyala harus diperiksa,” ujar Edwin Prihadi, kepala bengkel Tunas Pasar Minggu, Jakpus.

Bisa coba dipompa dulu untuk memastikan bahan bakar sudah naik. Namun jika lampu indikator tidak kunjung mati, saringan bahan bakar sebaiknya diganti. “Menurut servis manual, saringan bahan bakar diganti setiap 80 ribu km,” lanjutnya. Namun kalau sudah memperlihatkan pertanda apkir, sebaiknya segera diganti.


Pengecekan saringan solar sangat penting artinya pada mesin diesel common rail. Karena tekanan injeksinya bisa berlipat dari diesel konvensional. Sehingga pengaruh bahan bakar bisa langsung terasa di tenaga.

Jika dibiarkan, bisa saja menyerang komponen mekanis common rail. Ada empat bagian utama common rail, yaitu common rail pump, rail pressure, common rail injector dan sensor-sensor. “Keempat komponen itu, gejalanya sama,” ujar Tommy Subagja, technical manager Fakta Jaya Motor, Bosch Diesel Center di Taman Sari Jakpus.

Upaya perbaikan bisa dicoba lakukan dengan test bench canggih khusus common rail. Sehingga setiap komponen bisa beroperasi kembali sesuai spesifikasinya. (mobil.otomotifnet.com)

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa