Yuk, Upgrade dan Rawat Mazda CX-7 dan CX9

billy - Rabu, 23 Maret 2011 | 11:02 WIB
Yuk, Upgrade dan Rawat Mazda CX-7 dan CX9
Yuk, Upgrade dan Rawat Mazda CX-7 dan CX9

Yuk, Upgrade dan Rawat Mazda CX-7 dan CX9
Yuk, Upgrade dan Rawat Mazda CX-7 dan CX9
Otomotifnet.com - Tren 'stylish' SUV yang terus berkembang tiap tahunnya membuat pabrikan asal Jepang, Mazda menyodok melalui kedua SUV unggulannya di kategori medium, CX-7 dan CX-9. Sejak diluncurkan di Tanah Air beberapa tahun silam, kedua SUV cantik ini mampu memikat penggemar SUV 'konvensional'.

Apalagi PT. Mazda Motor Indonesia (MMI) selaku ATPM mobil Mazda di Indonesia terus menggenjot pemasarannya di tahun  ini. "Pasarnya bagus dan terus meningkat," ungkap Astrid Ariani Wijana, PR manager PT. MMI.

Bahkan dari kalangan selebriti ikutan menggandrunginya. "CX-7 mewakili saya, elegan berjiwa muda, stylish dan sporty," tutur Ruth Sahanaya, penyanyi legendaris yang kembali didaulat menjadi brand ambassador Mazda di tahun ini.

Antusias senada juga disampaikan oleh beberapa modifikator terkemuka Ibukota yang telah menyiapkan beberapa peranti pendongkrak tampilan maupun performanya. Bisa dilirik untuk mempertegas identitas Anda sebagai pecinta stylish SUV sejati.

Bodi
"Karakter bodinya mirip Harrier (Toyota), jadi lebih gampang untuk di-upgrade lagi tampilannya," cetus William Harjanto, komandan rumah modifikasi W7 Carmetic di Cengkareng, Jakbar. Di negara asalnya, sejumlah tuner ternama telah menyediakan paket bodi kit untuk kedua SUV ini.

Sebut saja Mazdaspeed, Damd dan Ken Style. Walaupun aura sporty lebih menonjol, William berpendapat gaya elegan lebih cocok diterapkan. Khusus CX-7, pria berkacamata ini sudah menyiapkan desain sendiri bergaya elegan yang dilabeli W7 type A.

Bahannya dari fiber dan jenisnya add-on alias tinggal pasang di bumper asli. Paketnya meliputi lip bumper depan dan belakang, side door panel serta wing. Sedangkan untuk CX-9 bisa menerapkan model yang sama, hanya dimensinya sedikit lebih lebar.

Paket bodi kit add-on untuk CX-7 dihargai Rp 9,5 juta sudah termasuk pengecatan warna standar dan pemasangan. Sedangkan untuk CX-9 selisih sekitar Rp 1 juta lebih mahal. Jika mau mengadopsi model full bumper, siapkan budget di kisaran Rp 15 juta per paketnya, tergantung model yang diinginkan.

W7 Carmestic 021-70272376

Pelek
Ruang spakbor CX-7 dan CX-9 yang tampak lega, sangat menggoda untuk dijejalkan pelek berdiameter selebar-lebarnya. Sebenarnya, berapa sih dimensi roda maksimal yang sanggup dimuat?

"Untuk CX-7 maksimal bisa muat pelek 24 inci, ukuran bannya 255/30/R24," tegas Amin Sutiono dari gerai pelek Autostyle di kawasan Sunter, Jakut. Lebih lanjut, pria ramping ini menyebut lebar pelek maksimal adalah 9 inci.

Sedangkan patokan offset-nya adalah 45 dengan ukuran PCD 5x114,3. Kalau tidak mau kelewat ekstrem namun tetap berisi, boleh dicoba opsi pelek diameter 22 inci. Ukuran ban yang direkomendasi Amin adalah 265/35/R22.

Sayangnya, sampai saat ini belum tersedia per khusus CX-7. Alternatifnya, musti menebus seperangkat coilover merek Auto Exe seharga Rp 18 juta. Soal harga paket pelek dan ban bervariasi. Pelek 24 inci dengan ban Toyo Tires dilego Amin seharga Rp 48 juta, sedangkan jika pakai ban Kumho Rp 38 juta saja.

Sementara paket pelek 22 inci dengan ban merek lokal di kisaran Rp 19 juta hingga Rp 25 juta. Lalu untuk dimensi lebih kecil, diameter pelek 20 inci dilepas di kisaran Rp 16 juta hingga Rp 21 juta, menggunakan ban merek lokal.

"Bisa juga untuk CX-9," jelas Amin yang menyebut kesamaan spek PCD maupun offset antara CX-7 dan CX-9. Lebih lanjut, model pelek yang cocok untuk kedua SUV ini direkomendasikan model pelek palang lima atau sepuluh dan motif jari-jari.

Autostyle 021-6517180

audio
Panel head unit milik Mazda CX-7 dan CX-9 memang terlihat berbeda, namun keduanya sama-sama punya model menyatu dasbor alias integrated.

Bicara soal kemampuan reproduksi sound, sepertinya tak perlu mengganti head unit standar dengan versi aftermarket.

Menurut Ahong dari Prisma Autosound, yang pernah menjajal kualitas suara standar CX-7 dan CX-9, secara keseluruhan sudah memiliki komposisi cukup baik, mulai nada tinggi hingga paling rendah sekali pun.

"Suara standarnya sudah bagus karena sudah dilengkapi center speaker dan subwoofer. Sehingga suara vokal bisa terdengar seolah di tengah dasbor," jelas Ahong.

Transmisi
Transmisi otomatis yang digunakan pada Mazda CX-7 dan CX-9 pada dasarnya minim perawatan. "Spesifikasi resmi oli transmisi otomatis adalah oli long life," ujar Ristian Dwi Karsanto, technical support and training, after sales dept PT Mazda Motor Indonesia (MMI).

Jadi, pada dasarnya, MMI masih mengacu pada pedoman pabrikan Mazda di Jepang kalau CX-7 dan CX-9 tidak perlu penggantian oli matik untuk jangka waktu sangat panjang. Namun mengingat kondisi berkendara di Jakarta yang macet dan panas, mengganti oli pun tidak dilarang.

"Yang penting spesifikasi ATFnya sesuai dengan rekomendasi Mazda, yaitu JWS3309. Perhatikan kode ini di kemasan oli," saran Ristian.

Untuk mengganti oli matik, caranya mudah. Tinggal buka baut tap oli di bawah girboks. Jangan lupa mendinginkan mesin dulu, lalu tarik dipstick oli matik. Kemudian setelah oli selesai menetes, tutup kembali baut tap oli dan siapkan 7 liter ATF dengan spesifikasi JWS3309. Jika ingin lebih tuntas, bisa dikuras.

"Dengan mencopot oil cooler dan menghubungkan dengan oil changer. Hal ini bisa dilakukan setiap 60 ribu km."

Mesin
Interval servis merupakan hal paling penting pada saat perawatan Mazda CX-7 dan CX-9. "Disarankan untuk melakukan servis rutin setiap 10.000 km atau 6 bulan sekali. Setiap penggantian oli, juga ganti oil filter," terang Ristian Dwi Karsanto.

Bagaimana dengan spek olinya? Ristian merujuk pada diagram rekomendasi spesifikasi oli (lihat gambar). Menurut Ristian, saat ini memang belum ada rekomendasi merek dan kekentalan oli baku dari MMI.

"Untuk kekentalan bisa pakai SAE 10W-40 atau 10W-30. Yang penting memenuhi standar API Service SG," lanjut pria berkacamata minus ini. Artinya, pakai oli dengan API Service lebih tinggi, pasti lebih bagus.

Sementara itu, pemakaian mobil bisa diperhatikan buat Mazda CX-7 yang mesinnya pakai turbocharger. Misalnya, dengan prosedur mematikan mesin khusus untuk mesin turbo. "Setelah jalan jauh, sebaiknya menunggu beberapa detik sebelum mematikan mesin," tutupnya seraya menyebut rata-rata waktu tunggu sekitar 30 detik.  (mobil.otomotifnet.com)

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa