Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

HID Tetap Aman Asal Tak Berlebihan

Editor - Jumat, 15 Oktober 2010 | 10:00 WIB
No caption
No credit
No caption

OTOMOTIFNET - Bohlam HID (High Intensity Discharge) memiliki karakteristik berbeda dengan versi halogen, yang biasa dipakai pada head lamp standar mobil. Halogen standar mengandalkan filament atau kawat pijar, sementara bohlam HID dibekali gas Xenon sebagai sumber cahaya.

HID berpendar dengan dibantu semacam modul atau biasa disebut ballast, untuk memicu gas Xenon bertegangan tinggi agar dapat memancarkan panas ke dalam bohlam. Nah, panas ini lah yang nantinya akan berpendar menjadi sumber cahaya.

Karakteristik lainnya, pendaran cahaya dari bohlam HID memang cukup menyilaukan, lantaran intensitas sinar yang dihasilkan kurang-lebih 3 kali lebih kuat ketimbang filament di Halogen.

No caption
No credit
No caption


No caption
No credit
No caption

Gbr 1
No caption
No credit
No caption

Gbr 2

Gbr 3

Untuk itu perlu mencermati pemakaian HID supaya tetap aman dan tak menyilaukan pengguna kendaraan lain. Lantaran sinarnya terlalu terang, jangan gunakan yang spesifikasinya berlebihan.

Menurut Wira Sentosa dari SACS di Pondok Gede, Bekasi, cukup pilih HID berdaya 35 watt (Gbr.1). "Sebab di pasaran tersedia mulai 35, 45 dan 55 watt. Kalau pakai 55 watt terlalu menyilaukan pengendara dari arah berlawanan," kata spesialis indiglo dan kelistrikan mobil ini.

Kemudian perhatikan warna cahaya (Kelvin) yang dihasilkan dari HID yang hendak dipakai. Di pasaran tersedia pilihan mulai 3.000, 4.200, 4.300, 6.000, 8.000, 10.000, 12.000 Kelvin (K).

"Buat pemakaian harian dan untuk keperluan rute luar kota, berdasarkan survey kami, 6.000 K paling pas. Tentunya HID merek PIAA yang kami distribusikan punya banyak pilihan (Kelvin), tapi sebaiknya cukup pakai yang 6.000 K (Gbr.2)," jelas Vincent Lo, brand manager PT Sumber Berkat selaku sole distributor PIAA di Tanah Air.

HID dengan warna cahaya 6.000 K, cukup ampuh buat menembus pekatnya malam meski dalam kondisi hujan lebat. Sinar yang dihasilkan mengandung lebih banyak warna putih, tapi unsur kuningnya masih ada, sehingga masih aman buat dipakai di malam hari. Di atas 6.000 K cahaya yang dihasilkan sudah terlihat kebiruan, dan daya tembusnya lebih lemah di saat hujan atau kondisi berkabut.

Kalau mau lebih aman dan tidak terlalu menyilaukan lantaran unsur warna putih terlalu banyak, bisa pilih yang 4.200 atau 4.300 K dengan sinar putih agak kekuningan mirip bohlam standar.

Terakhir, pilih model HID sesuai spesifikasi mobil. Seperti produk Symbion dari Wiki Wiki di Kelapa Gading, Jakut ini, menawarkan model H1,H3, H4, H7, H11, HB3 dan HB4. Pada besutan standar umumnya pakai versi H4 dengan model motorized (Gbr.3), untuk mengatur level cahaya yang dipendarkan (low/high beam).

Wiki-Wiki : 021-4524652
SACS: 0816-1815195

Penulis/Foto: Anton / Anton

Editor : Editor

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa