Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Hitung Ulang Rasio Gigi Toyota Kijang

Editor - Rabu, 24 Februari 2010 | 08:53 WIB
Hitung Ulang Rasio Gigi Toyota Kijang
Hitung Ulang Rasio Gigi Toyota Kijang

OTOMOTIFNET - Suatu hari, Agung melontarkan sebuah pertanyaan. "Kijang gue ini rasanya gigi satu kok pendek banget ya? Terus di tol rasanya meraung, padahal sudah gigi lima," bilang pengusaha onderdil di belahan barat Ibu kota ini.

Mirip dengan Agung, beberapa pemilik Kijang pun merasakan hal yang sama. Mereka ingin supaya mobilnya lebih irit di tol dengan menurunkan putaran mesin di gigi tertinggi.

Misalnya biasa kecepatan 100 km/jam di gigi 5 putaran mesin di atas 3.000 rpm, bagaimana caranya supaya turun di bawah 3.000?

Satu-satunya cara adalah dengan memainkan rasio gigi akhir yang ada di dalam gardan (Gbr.1). Karena untuk membongkar transmisi dan mengganti perbandingan setiap gigi pasti akan lebih repot. Untungnya lagi, saking banyaknya varian Toyota Kijang, banyak pilihan rasio gigi akhir yang bisa dipakai.

Hitung saja mulai dari Kijang Super generasi awal kelahiran 1986-1992. "Rasio Kijang paling banyak, mulai dari 5,2 sampai 3,9. Antara Kijang Super dan Kijang kapsul bisa saling tukar," bilang Audi Wastro alias Katro, juragan bengkel Champ Motor di Cipinang, Jaktim.

Lebih lengkapnya, coba lihat tabel data dari divisi training PT Toyota Astra Motor. Kijang Super generasi pertama hadir dengan transmisi 4 percepatan dengan rasio gigi akhir 4,778. Kemudian ada varian bertransmisi 5 speed yang pakai rasio lebih kasar 5,125.

O iya, rasio gigi akhir dibilang kasar kalau angkanya makin besar. Sedangkan dibilang halus kalau angkanya kecil. Ini hanya istilah me­kanik dalam negeri. Efek­nya sendiri pada laju kendaraan bisa ditebak. Kalau pakai rasio besar (kasar), tarikan akan lebih enak tetapi top speed berkurang dan sebaliknya.

Hitung Ulang Rasio Gigi Toyota Kijang
Hitung Ulang Rasio Gigi Toyota Kijang

Gbr 2
Hitung Ulang Rasio Gigi Toyota Kijang
Hitung Ulang Rasio Gigi Toyota Kijang

gbr 3

Nah, karakter mobil jadi bisa disesuaikan. "Intinya, kalau ingin tarikan lebih enak, rasio dibikin kasar. Sedangkan kalau ingin lebih panjang top speednya, bisa pakai yang lebih kecil," urai Farid M, pemilik bengkel Oto Design di Pejaten, Jaksel.

Misalnya dalam kasus Agung, mobilnya Kijang kapsul bermesin 1RZ 2.000 cc punya final gear ratio 4,555. Menurutnya, gigi satu terlalu pendek dan putaran mesin terlalu tinggi pada gigi 5. Berarti dengan gaya mengemudi itu, Agung bisa pakai rasio gigi lebih kecil. Seperti punya Kijang Diesel (4,1).

Mengenai ketersediaannya, pedagang spare part limbah meyakinkan banyak stok. "Ada mulai dari 7:37 (5,286) sampai 11:43 (3,909). Harganya mulai Rp 800 ribu sampai Rp 1,5 juta," ujar Haji Agus dari Dua Sekawan Motor di Joglo, Jakbar. Harga segitu, bisa didapat tongkol gardan (Gbr.2), alias rasio gigi akhirnya saja, bukan keseluruhan gardan.

Kalau mau berburu, siapkan kal­kulator. Sebab pedagang onderdil seken seperti Haji Agus ini biasa menyebutnya dengan perbandingan gigi seperti 7:37, 8;39, 9:41, 10:43 dan 11:43. jadi kenali dulu rasio gigi Anda sebelum berburu. Lalu hitung perbandingan gigi akhir di dalam gardan itu (Gbr.3). Gimana, sudah siap berhitung?

Table gigi rasio akhir


 
Kijang kapsul
Rasio

 
2L (Diesel)
4.100

 
7K (Bensin 1.8)
4.778

 
1RZ (Bensin 2.0)
4.555

 
Kijang super


 
Tahun
Mesin
Speed
Rasio gardan
86-92

4
4.778
92-95
5K
4
4.778


5
5.125
95-96
7K (1.8)
5
4.556

 

Penulis/Foto: Manut / Manut

Editor : Editor

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa