Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Dampak Tsunami Mobil Jepang Setelah Dua Bulan, Mulai Berjalan

billy - Sabtu, 28 Mei 2011 | 12:08 WIB
No caption
No credit
No caption


JAKARTA - Dua bulan sudah berlalu. Gempa dan tsunami di Jepang 11 Maret lalu, masih menyisakan teka-teki bagi dunia otomotif. Maklum, Sendai, salah satu daerah terparah yang terkena bencana itu, merupakan daerah pemasok sejumlah komponen elektronik yang digunakan industri otomotif di seluruh dunia. Utamanya memasok merek-merek Jepang seperti Toyota, Honda, Suzuki, Nissan, Daihatsu dan Mitsubishi.

Akibatnya, banyak perusahaan otomotif Jepang mengalami ‘kelumpuhan’ produksi. Bukan hanya di tanah kelahirannya saja, tetapi pabrik-pabrik yang di tersebar di seluruh dunia juga mengalmi stagnasi produksi mobil.

Begitupun di Indonesia, seperti dialami Honda, Daihatsu dan Toyota yang sempat mengalami kekacauan produksi. Bahkan, Daihatsu yang memproduksi Xenia dan Avanza, malah menurunkan produksi per bulannya dari 10 ribu unit menjadi 8 ribu unit. Lantas, bagaimana kondisinya kini?

Normal
Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor,  pengagen Toyota di Indonesia, mengakui, pihaknya sempat mengalami kekacauan jadwal produksi.

 “Ada komponen pokok yang tidak bisa dikirimkan dari Jepang. Memang hanya 5%, tetapi, tanpa mikrochip, mobil enggak bisa jadi,” tuturnya via telepon selularnya.

Alhasil, atas kekacauan ini, pengiriman mobil sempat terhambat. Seperti dituturkan salah satu dealer Toyota di Jakarta yang mengaku kekurangan stok untuk Avanza dan Rush. Keduanya diproduksi oleh PT Astra Daihatsu Motor, perusahaan ‘sedarah’  Toyota Astra Motor.

Namun begitu, menurut pengakuan Johnny, memasuki Juni 2011 ini, produksi mobil-mobil Toyota di Indonesia sudah kembali normal. “Mudah-mudahan 6 Juni ini sudah berproduksi  100%. artinya kembali normal ya,” cetusnya.

Kembali normal? Maksud Johnny, normal di sini berarti pabrik bisa beroperasi dengan jam kerja biasa. Karena, “Sebelum tsunami, pabrik bekerja 120%. Maksudnya ada lembur Sabtu-Minggu. Nah, sekarang itu kembali normal dengan waktu produksi hari kerja, Senin-Jumat,” urainya.

Eiichi Koito, Director Marketing Division , PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, agen Mitsubishi di Tanah Air juga mengakui, kini suplainya mulai normal. “Mitsubishi sudah aman, tetapi memang ada penurunan penjualan di bulan Mei karena suplai. Namun kini sudah aman,” ujarnya.

Begitupun dengan Nissan. Menurut Teddy Irawan, Vice President National Sales & Marketing PT. Nissan Motor Indonesia (NMI)  kondisinya mulai stabil. Meskipun beberapa komponen memang masih belum lancar betul.

Akan halnya Nissan Juke yang berencana berproduksi di sini, Teddy mengisyaratkan kalau pihaknya sudah mempersiapkan untuk jadwal produksinya.  “Kita sudah siapkan,” ujarnya sembari menyebutkan planningnya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari.

Jika merek-merek sebelumnya sudah mulai kelihatan pulih, Honda juga nampak cahaya cerah. Pasalnya, menurut Jonfis Fandy, Marketing & Aftersales Service Director PT Honda Prospect Motor, saat peluncuran Honda New Jazz lalu, meyakinkan kalau Jazz yang menjadi adalannya itu masih bisa diproduksi hingga 2.000 unit.

Tetapi, lewat dari angka itu, konsumen mesti inden alias masuk daftar tunggu. Maklum, produksinya walau sudah mulai jalan, belumlah 100% pulih.

Semoga tak terlalu lama.  (mobil.otomotifnet.com)

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa