“Protipe motor ini sebenarnya sangat tergantung dari pembalapnya dan di tim mana ia bernaung. Artinya tim pengembang paket balap serta level dan skill pembalap akan jadi penentu. Saya rasa tidak akan banyak perubahan dengan MotoGP 800 cc, kendati pada motor yang sama antara saya dengan Dani Pedrosa. Gaya balap dan kemampuan mengembangkan prototipe motor adalah yang paling penting untuk mengendarai motor 1.000 cc,” ujar Stoner.
Apa yang diungkapkan oleh Stoner tentang kondisi balapan yang tidak akan berbeda dengan kondisi saat MotoGP 800 cc, memang cukup masuk akal. Pasalnya pengembangan motor mayoritas masih dipegang oleh tim pabrikan. Sementara untuk tim satelit, rata-rata akan menggunakan paket nomor 2. Kecuali jika pihak sponsorship mau membayar lebih, maka kemungkinan pembalap di tim satelit dapat support pabrikan bisa terjadi.
Tambahan tim CRT (Claiming Rules Team) juga rasanya tidak akan lebih bagus ketimbang tim pabrikan. Walaupun mereka mendapatkan porsi yang lebih banyak seperti kapasitas bahan bakar 3 liter lebih banyak dan bisa mengganti mesin hingga 12 kali, rasanya belum sepadan. Kita tunggu saja nanti hasil sesi tes pertengahan musim 2011 untuk prototipe motor 1.000 cc dari tim-tim pabrikan. (otosport.co.id)
| Editor | : | billy |
KOMENTAR