Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Motor Berkeranjang Terpaksa Angkut Jenazah, Ambulans Enggak Sanggup

Irsyaad Wijaya - Jumat, 24 Mei 2019 | 09:30 WIB
Jenazah di Riau Terpaksa Diangkut dengan Keranjang Rotan, Takut Kena Sial Jika Pinjamkan Mobil
Kolase Facebook Mukhsal Amindra
Jenazah di Riau Terpaksa Diangkut dengan Keranjang Rotan, Takut Kena Sial Jika Pinjamkan Mobil

Otomotifnet.com - Foto seorang jenazah diangkut menggunakan motor viral di sosial media.

Jenazah itu diikat di atas keranjang dan hanya dibungkus kain seadanya.

Kondisi ini disebabkan keterbatasan kendaraan serta kondisi jalan yang buruk.

Cerita ini dibagikan awal kali oleh akun Facebook @Mukhsal Amindra.

(Baca Juga: Kawasaki Ninja Tegeletak di Samping Mayat, Pengguna Jalan Berhenti)

"Innalillahi wa inna ilaihi roji'un," seorang warga HPH meninggal dunia, baru pulang dari rumah sakit terkendala masalah kendaraan dan faktor jalan yang rusak," tulis Mukhsal Amindra.

"Jadi jenazah diangkat/dinaikkan dengan menggunakan sepeda motor dan dinaikkan di atas keranjang. Semoga aman sampai tujuan dan arwahnya diterima di sisi Allah SWT. Amin," pungkasnya.

Peristiwa miris ini disebutkan terjadi di Desa Alim II, Batang Cenaku, Indragiri Huku, Riau.

Sosok Jenazah disebutkan seoran petani bernama Jojok (42).

(Baca Juga: Ambulans Bawa Jenazah Ringsek Hantam Pohon, Jenazah Jadi Dua)

Camat Batang Cenaku, Sarman Arlos pun membenarkan kabar viral itu memang terjadi di daerahnya.

"Ya benar. Jenazah dibawa pakai motor karena mobil ambulans tidak bisa mengantar sampai ke rumah duka karena jalan rusak. Jadi, terpaksa dibawa pakai motor," ucap Sarman, (20/5/2019).

Disebutnya, awalnya jenazah Jojok dibawa dari RSUD Indrasari Rengat menggunakan ambulans lantaran ia meninggal dunia di tempat itu.

Malang tak dapat ditolak, ambulans yang membawa jenazah Jojok terpaksa berhenti di tengah jalan karena kondisi jalan belum beraspal mustahil dilewati kendaraan roda 4.

(Baca Juga: Mobil Jenazah Mogok, Peti Jenazah Pindah Ambulans Di Tengah Jalan)

"Ambulans tidak bisa lewat lagi. Sehingga jenazah diturunkan dan dibawa pakai motor yang menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam," Sarman menambahkan.

Warga setempat bukannya tak mengusahakan agar jenazah Jojok bisa dibawa secara layak menggunakan mobil.

Sarman menyebut memang ada seorang warga yang diketahui mempunyai mobil double gardan yang bisa dipakai untuk membawa jenazah ke rumah.

Namun, si pemilik mobil ternyata tak bersedia meminjamkannya lantaran takut terkena sial.

"Di sini ada yang punya mobil double gardan. Tapi, masyarakat awam ini kan kalau mobil pribadi bawa mayat banyak enggak boleh. Nanti sial atau bagaimana enggak tahulah. Tapi kalau bawa orang sakit mereka mau, tapi bawa mayat mereka berat nampaknya," imbuhnya.

Tak ada pilihan lain, jenazah Jojok akhirnya terpaksa dibawa pakai motor dan diikat di atas keranjang.

"Ya dibawa pakai motor ditaruh di atas keranjang yang biasa digunakan untuk angkut sawit, karet dan belanja dari pasar," ungkap Sarman.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Gagal Diantar Ambulans, Jenazah Petani Ini Terpaksa Diikat di Motor

Editor : Panji Nugraha

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa