Petronas Yamaha SRT Terpaksa Potong Gaji Pembalap, Memburuk Ada PHK

Rezki Alif Pambudi,Irsyaad Wijaya - Jumat, 22 Mei 2020 | 18:00 WIB
Tim Petronas Yamaha SRT MotoGP 2020
Petronas SRT
Tim Petronas Yamaha SRT MotoGP 2020

Otomotifnet.com - Tim MotoGP sudah merasakan krisis akibat pandemi corona.

Alhasil gaji pembalapnya yang menjadi sasaran pangakas. Seperti dialami tim Petronas Yamaha SRT.

Tim satelit Yamaha ini terpaksa memotong gaji anggota timnya, termasuk pembalapnya sampai 50 persen.

Bahkan, pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa terjadi jika kondisi semakin buruk.

Baca Juga: Valentino Rossi Turun Pangkat, Kontrak Bareng Petronas Yamaha SRT Dibahas Pekan Ini

"Kami harus memotong gaji tim sampai 50 persen, karena kami mempersiapkan kasus terburuk tidak ada balapan," kata Razlan Razali dilansir dari The-Race.com.

"Akan lebih buruk jika sampai Juli (2020) jika tidak ada balapan. Akan ada beberapa anggota di-PHK," jelasnya.

Bahkan jika benar tidak ada balapan sama sekali, bukan cuma PHK karyawan tapi juga pembalap tidak akan dibayar.

"Jika mereka masih menerima 50 persen, kupikir mereka tidak akan komplain," imbuhnya.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Panji Nugraha
Sumber : GridOto.com

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa