Jarang Balancing Roda Mobil Punya Efek Besar, Terasa di Atas kecepatan 80 Km/Jam

Irsyaad Wijaya,Ryan Fasha - Rabu, 3 Februari 2021 | 11:20 WIB
Proses balancing roda.
Dok. OTOMOTIF
Proses balancing roda.

Otomotifnet.com - Roda mobil tak bisa dianggap sepele hanya dengan rutin menjaga tekanana angin ban saja.

Meski terlihat berputar rata, tapi dari sisi bobot belum tentu putaran tiap roda mobil seimbang.

Oleh sebab itu, diperlukan balancing roda secara rutin untuk menyetel keseimbangan bobot putaran roda.

"Kalau roda jarang atau tidak pernah di-balancing membuat laju mobil kurang stabil," buka Andy dari Banzai Rims, spesialis pelek aftermarket di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Baca Juga: Autopit Bogor, Terima Bongkar Pasang Hingga Balancing Roda di Rumah

"Setir terasa sedikit bergetar akibat putaran roda yang tidak seimbang, terutama kecepatan di atas 80 km/jam," tambahnya.

Karena putaran yang tidak stabil juga membuat tingkat keausan ban mobil juga akan kurang rata.

Idealnya, balancing roda dilakukan setiap 10.000 kilometer sekali.

"Waktu tersebut ideal karena biasanya roda sudah tidak balance, makanya dibutuhkan balancing," sebutnya.

Dengan balancing roda secara rutin maka mobil akan stabil saat digunakan.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Panji Nugraha
Sumber : GridOto.com

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa