“Menurut informasi yang pernah saya baca, bagusnya penggantian oli mesin kalau berdasarkan engine hour itu sekitar 200 jam,” tuturnya.
Nah, mengacu dari situ, ia coba melakukan eksperimen berdasarkan lama beroperasinya mesin.
Baca Juga: Perhatikan Oli Mesin Bagi Mobil Bermesin Turbo, Ini Penjelasannya
“Saya pernah pasang hour meter di mesin Suzuki Wagon R. Hasilnya, dengan rute mix jalanan biasa plus tol dari Pulogadung – Serpong, 200 jam mesin beroperasi ditempuh sampai 7.500 km,” tutur Wandi, sapaan akrabnya.
Itu dengan kondisi lalu lintas di jam kerja yang kadang lancar dan kadang macet.
Masih ujarnya, dari situ ia pun memutuskan selalu melakukan penggantian oli pada range jarak tempuh 6.000-7.000 km.
“Waktu tes sampai 10.000 km bisa mencapai 250-an jam. Oli mesin memang masih cukup secara kuantitas, tapi secara kualitas sudah menurun walaupun gak banyak. Performa terasa menurun di 7.500 km ke atas,” akunya.
Namun menurut beberapa pakar otomotif, semua itu balik lagi soal kualitas oli yang yang digunakan.
“Tingkat viskositas oli dan grade-nya juga mempengaruhi kemampuan sebuah oli dalam menahan suhu panas dari hasil pembakaran mesin,” ujar Hanifuddin, peneliti di Lembaga Penelitian Minyak Bumi dan Gas (Lemigas) saat diwawancara Otomotifnet.com beberapa waktu lalu.
Dengan kata lain, jika kualitas oli yang digunakan bagus, penggantian di 10.000 kilometer pun enggak masalah, asalkan diganti tepat waktu.
Baca Juga: Dampak Oli Mesin Mobil Banyak Menguap Dibiarkan Begitu Saja
Posted : Selasa, 6 Januari 2026 | 15:19 WIB| Last updated : Selasa, 6 Januari 2026 | 15:19 WIB
| Editor | : | Grid Content Team |
KOMENTAR