Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Ban Isi Nitrogen Boleh Ditambah Angin Biasa, Tapi Jumlahnya Segini

Andhika Arthawijaya - Rabu, 20 Oktober 2021 | 23:30 WIB
Ilustrasi mengisi tekanan angin ban
Dok. OTOMOTIF
Ilustrasi mengisi tekanan angin ban

Otomotifnet.com – Baik sering digunakan maupun lebih sering diparkir, tekanan ban mobil pasti lama-kelamaan akan berkurang.

Tapi memang yang paling cepat berkurang itu ketika mobil lama tidak digunakan.

Nah, bila mendapati tekanan ban mobil kesayangan berkurang, segera deh isi ulang tekanannya.

Karena ternyata penyebab ban mobil pecah saat dikendarai, kebanyakan akibat tekanan ban kurang.

Baca Juga: All New Toyota Avanza Sebentar Lagi Dirilis, Segini Perkiraan Harganya

Informasi dari akun Instagram @pt_jasaraharja soal bahaya mana antara kekurangan atau kelebihan tekanan ban
Istimewa/PT. Jasahararja
Informasi dari akun Instagram @pt_jasaraharja soal bahaya mana antara kekurangan atau kelebihan tekanan ban

Sebab saat tekanan ban berkurang, side wall pada ban jadi lebih sering naik turun atau menekuk, sehingga membuat serat kawat pada bagian dalam ban cepat putus. 

Ngeri kan kalau ban mobil kita sampai pecah saat lagi kecepatan tinggi.

Jadi sebelum digunakan beraktivitas, ada baiknya isi dulu tekanan ban mobil Anda.

Jika di rumah atau di mobil punya pompa angin portable, bisa digunakan untuk menambah tekanan bannya.

Tapi bagaimana bila bannya berisi nitgrogen, bolehkan kalau ditambah angin biasa?

“Secara prinsip boleh saja menambahkan tekanan angin biasa, dengan syarat berkurangnya tekanan tekanan tidak boleh lebih dari 10%,” ujar Sumarno, punggawa Masmun Sukses Motor.

Sebagai contoh, lanjut pria yang pernah jadi trainer mekanik di pabrikan Suzuki ini, misal tekanan standar 30 psi.

“Selama berkurangnya tidak lebih dari 3 psi (10% dari 30 psi), yakni bila hanya turun jadi 27 psi, ban tersebut masih memiliki performa optimal meski diisi angin biasa,” terangnya lagi. 

Baca Juga: Begini Efeknya Ban Isi Nitrogen Vs Angin Biasa & Tekanan Kurang Vs Lebih

Ilustrasi menambah tekanan ban menggunakan nitrogen
Dok. OTOMOTIF
Ilustrasi menambah tekanan ban menggunakan nitrogen

Hal tersebut kata Sumarno didasari bahwa udara bebas memiliki komposisi 78% nitrogen, 21% oksigen dan 1% gas lainnya.

“Jadi kemurnian tekanan tekanan ban meski sudah ditambahkan angin biasa 10%, masih di atas 97% Nitrogen.”

“Akan tetapi bila berkurangnya lebih dari 10%, tidak direkomendasikan menambahkan dengan angin biasa,” wanti pria yang bisa diajak konsultasi di nomor 0817-402-234 ini.

Sebab, bila kadar oksigennya terlalu banyak, justru akan membuat tekanan ban jadi lebih cepat tinggi dibanding angin biasa murni.

Tentunya hal ini dapat beresiko bantingan mobil jadi terasa keras, dan bisa juga berisiko ban gampang pecah, terutama bila kembangan bannya sudah mulai tipis.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa