Otomotifnet.com – Mesin mobil bisa mengalami overheat karena disebabkan oleh beberapa hal.
Nah, jika tidak segera ditangani atau diperbaiki penyebab utamanya, bisa menimbulkan kerusakan komponen mesin mobil.
Apa saja yang bisa menyebabkan mesin mobil overheat?
1. Radiator bocor atau tersumbat
Baca Juga: Kenali Pemicu Utama Radiator Mobil Bekas Berkarat, Ini Penyebabnya
Radiator bocor ini biasanya disebabkan oleh korosi pada kisi-kisi radiator.
Tak jarang dikarenakan radiator diisi oleh air selain cairan khusus radiator (coolant).
Sebab, kandungan oksigen dalam air bila bertemu dengan logam, akan terjadi reaksi kimia yang mengakibatkan korosi.
Karena korosi tersebut, radiator yang berbahan logam akan terkikis dan menyebabkan kebocoran.
Karena kebocoran ini, coolant menjadi terbuang sehingga tidak cukup untuk mendinginkan suhu mesin kendaraan.
Kalau coolant tidak mendinginkan mesin dalam waktu yang lama, artinya mesin dalam keadaan yang panas, maka bisa terjadi overheat.
Disampaikan oleh terang Anwar Lubis dari bengkel Ridho, benkel spesialis radiator di kawasan Jakarta Barat.
“Servis atau perbaikan bisa saja dilakukan, kalau radiatornya menggunakan bahan kuningan pada bagian kepala atau sisi ujung." buka Anwar.
"Ini pun dengan cara dilas atau ganti kepala,” jelas Anwar.
Baca Juga: Dampak Panjang Penggunaan Air Tanah Untuk Air Radiator Mobil
Namun jika radiator berbahan plastik bagian water tank, tidak bisa diperbaiki dengan cara dilas, mesti dilakukan penggantian.
Selain karena adanya kebocoran, radiator tersumbat juga bisa menyebabkan mesin overheat, karena aliran cairan pendingin tidak lancar.
2. Tutup radiator rusak atau tidak sesuai dengan spesifikasi
Tutup radiator rusak biasanya karena usia pakai, disebabkan pada cap (tutup) radiator yang berbahan karet, kondisinya sudah getas karena terkena panas coolant.
Efeknya, cap radiator tidak bisa mengatur tekanan cairan pendingin di dalam radiator, saat penggantian pastikan tutup radiator sesuai dengan bawaan pabrik.
Sebab, jika tidak sesuai valve di cap radiator tidak akan terbuka ketika tekanan radiator tinggi yang diakibatkan suhu mesin yang panas.
Hal ini bisa menyebabkan engine overheat karena sirkulasi coolant tidak bekerja maksimal.
Baca Juga: Ini Bahaya Air Radiator Mobil Yang Dicampur-campur, Cek Faktanya
3. Telat ganti oli mesin
Oli mesin yang sudah lama tidak diganti, biasanya akan menguap karena panas mesin kendaraan.
Jika tidak rajin kita pantau lewat dipstick oli, bukan tidak mungkin mesin jadi kekurangan pelumasan, yang dapat mengakibatkan gesekan kasar antar komponen mesin.
Nah, gesekan kasar tersebut dapat menyumbangkan panas di ruang bakar mesin.
Lebih parah lagi kalau oli mesin sampai habis (kosong), bisa-bisa mesin tidak dapat menyala karena komponen pada mesin kendaran akan menempel satu dengan yang lainnya.
Baca Juga: Inilah Ciri-Ciri Tutup Radiator Mobil Yang Mengalami Kerusakan
Sering telat ganti oli juga bisa menyebabkan munculnya oil sludge, yang dapat menyumbat saluran pelumasan.
Jika penyeluran oli terhambat, sudah pasti akan membuat gesekan komponen jadi kasar, dan bisa menimbulkan overheat.
4. Motor fan (kipas) mati atau lemah
Untuk mendinginkan radiator, membutuhkan sirkulasi udara yang dihasilkan oleh motor fan.
Jika motor fan mati, maka tidak ada aliran udara yang mendinginkan coolant pada radiator. Sehingga suhu mesin akan tetap panas karena coolant tidak dapat mendinginkan suhu mesin.
Akibatnya, suhu di ruang bakar mesin tetap panas dan dapat mengakibatkan overheat pada mesin.
Kalau motor kipas atau motor fan ini kondisinya lemah atau tidak optimal, maka fungsi pendinginan radiator oleh kipas juga tidak akan bekerja dengan baik.
Baca Juga: Inilah Tandanya Kalau Radiator Mobil Bekas Kalian Perlu di Flushing
Ada beberapa gejala kalau kipas radiator atau motor kipasnya lemah, yang paling jelas adalah menyalanya indikator suhu mesin yang menunjukan kondisi mesin overheat.
Baik pada saat kondisi jalan macet atau berjalan pelan. Namun suhu mesin kembali normal (turun) ketika mobil melaju pada kecepatan di atas 50 km/jam.
| Editor | : | Grid Content Team |
KOMENTAR