Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Ketahui, 4 Faktor Ini Bisa Jadi Penyebab Radiator Mobil Overheat, Simak

Konten Grid - Kamis, 8 Januari 2026 | 15:08 WIB
Faktor penyebab radiator mobil overheat
Dok. Autobild Indonesia
Faktor penyebab radiator mobil overheat

Efeknya, cap radiator tidak bisa mengatur tekanan cairan pendingin di dalam radiator, saat penggantian pastikan tutup radiator sesuai dengan bawaan pabrik.

Sebab, jika tidak sesuai valve di cap radiator tidak akan terbuka ketika tekanan radiator tinggi yang diakibatkan suhu mesin yang panas.

Hal ini bisa menyebabkan engine overheat karena sirkulasi coolant tidak bekerja maksimal.

Ilustrasi ganti oli mesin mobil
Dok. Otomotif
Ilustrasi ganti oli mesin mobil

Baca Juga: Ini Bahaya Air Radiator Mobil Yang Dicampur-campur, Cek Faktanya 

3. Telat ganti oli mesin

Oli mesin yang sudah lama tidak diganti, biasanya akan menguap karena panas mesin kendaraan.

Jika tidak rajin kita pantau lewat dipstick oli, bukan tidak mungkin mesin jadi kekurangan pelumasan, yang dapat mengakibatkan gesekan kasar antar komponen mesin.

Nah, gesekan kasar tersebut dapat menyumbangkan panas di ruang bakar mesin.

Waspada serangan oil sludge bila sering telat ganti oli mesin
Istimewa/Soewandi
Waspada serangan oil sludge bila sering telat ganti oli mesin

Lebih parah lagi kalau oli mesin sampai habis (kosong), bisa-bisa mesin tidak dapat menyala karena komponen pada mesin kendaran akan menempel satu dengan yang lainnya.

Baca Juga: Inilah Ciri-Ciri Tutup Radiator Mobil Yang Mengalami Kerusakan 

Sering telat ganti oli juga bisa menyebabkan munculnya oil sludge, yang dapat menyumbat saluran pelumasan.

Jika penyeluran oli terhambat, sudah pasti akan membuat gesekan komponen jadi kasar, dan bisa menimbulkan overheat.

Bila motor fan rusak atau lemah, hati bisa bikin mesin overheat
Dok. OTOMOTIF
Bila motor fan rusak atau lemah, hati bisa bikin mesin overheat

4. Motor fan (kipas) mati atau lemah

Untuk mendinginkan radiator, membutuhkan sirkulasi udara yang dihasilkan oleh motor fan.

Jika motor fan mati, maka tidak ada aliran udara yang mendinginkan coolant pada radiator. Sehingga suhu mesin akan tetap panas karena coolant tidak dapat mendinginkan suhu mesin.

Akibatnya, suhu di ruang bakar mesin tetap panas dan dapat mengakibatkan overheat pada mesin.

Kalau motor kipas atau motor fan ini kondisinya lemah atau tidak optimal, maka fungsi pendinginan radiator oleh kipas juga tidak akan bekerja dengan baik.

Baca Juga: Inilah Tandanya Kalau Radiator Mobil Bekas Kalian Perlu di Flushing 

Ada beberapa gejala kalau kipas radiator atau motor kipasnya lemah, yang paling jelas adalah menyalanya indikator suhu mesin yang menunjukan kondisi mesin overheat.

Baik pada saat kondisi jalan macet atau berjalan pelan. Namun suhu mesin kembali normal (turun) ketika mobil melaju pada kecepatan di atas 50 km/jam.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa