Otomotifnet.com - Dalam berkendara, visibilitas adalah kunci keselamatan nomor satu.
Di tengah guyuran hujan deras, wiper menjadi garda terdepan yang memastikan pandangan pengemudi tetap jernih.
Namun, banyak pemilik mobil yang tidak menyadari bahwa performa wiper menurun seiring waktu.
Mengingat karet wiper adalah komponen fast moving, pemahaman mengenai masa pakainya sangatlah penting.
Agar kalian tidak boncos akibat kaca mobil yang baret, kenali ciri-ciri wiper yang sudah tidak layak pakai berikut ini:
1. Munculnya Suara Berdecit yang Mengganggu
Karet wiper yang berkualitas tinggi seharusnya bekerja secara senyap.
Sifat karet yang lentur memungkinkannya menyapu air dengan halus di atas permukaan kaca.
Tanda Kerusakan
Jika kalian mendengar suara kasar atau berdecit saat wiper bekerja, itu adalah indikasi kuat bahwa karet telah getas dan mengeras akibat paparan panas matahari.
Karet yang keras ini bertindak seperti amplas yang berisiko menciptakan goresan permanen pada kaca mobil.
2. Sapuan Air yang Tidak Maksimal (Pandangan Buram)
Tujuan utama wiper adalah menyapu air hingga bersih sempurna.
Wiper yang masih dalam kondisi prima tidak akan meninggalkan bekas sedikit pun.
Tanda Kerusakan
Perhatikan hasil sapuannya.
Jika masih banyak menyisakan garis-garis air atau membuat kaca terlihat berkabut (buram) dari dalam kabin, artinya elastisitas karet sudah hilang.
Hal ini sangat berbahaya karena membatasi jarak pandang kalian saat menerjang hujan lebat.
Baca Juga: Baru Tahu, Perbedaan Wiper Frameless dan Konvensional, Bagus Mana?
Baca Juga: Wajib Paham, Ini Bahaya Air Wiper Diisi Campuran Sabun atau Air Biasa
Baca Juga: Baru Tahu, Ini Efek Isi Air Wiper Pakai Air Sabun Cuci Piring, Simak
Baca Juga: Beginilah Cara Mudah Mengatasi Karet Wiper Mobil Yang Berdecit
3. Gerakan Wiper yang Tersendat (Tidak Lancar)
Wiper yang sehat memiliki alur gerakan yang mulus dari kanan ke kiri tanpa hambatan.
Tanda Kerusakan
Jika gerakan wiper terasa tersendat-sendat atau tampak seperti melompat dan berhenti tiba-tiba di tengah kaca, ini menandakan permukaan karet sudah kasar.
Selain faktor usia, penumpukan debu dan kotoran yang mengerak juga bisa menjadi penyebab utama gerakan yang tidak sinkron ini.
Rekomendasi Perawatan Rutin
Sama halnya dengan penggantian oli mesin, wiper memiliki masa pakai yang terukur.
Sangat disarankan untuk mengganti karet wiper setiap 6 bulan sekali atau setiap 5.000 km.
Jangan menunggu hingga musim hujan tiba untuk mengeceknya, penggantian rutin jauh lebih murah dibandingkan biaya poles kaca atau risiko kecelakaan akibat pandangan yang terganggu.
| Editor | : | Grid |
KOMENTAR