Otomotifnet.com - Mobil dengan transmisi otomatis (matic) kini menjadi pilihan utama masyarakat perkotaan karena kenyamanan yang ditawarkan, terutama saat menghadapi kemacetan.
Namun, di balik kemudahannya, sistem transmisi matic memiliki mekanisme yang jauh lebih kompleks dibandingkan transmisi manual.
Kurangnya pemahaman mengenai gejala kerusakan dan kelalaian dalam perawatan dapat menyebabkan biaya perbaikan yang sangat besar.
Yu kita kenali mengenai masalah umum pada mobil matic dan panduan praktis untuk merawatnya.
1. Masalah Yang Sering Terjadi pada Mobil Matic
Seringkali pemilik mobil tidak menyadari adanya kerusakan kecil hingga akhirnya mobil mogok atau transmisi tidak bisa berpindah. Ini adalah beberapa indikasi masalah yang harus Anda waspadai.
Perpindahan Gigi yang Kasar atau "Jedug" (Shocking)
Salah satu gejala paling umum adalah munculnya entakan keras (sering disebut jedug) saat Anda memindahkan tuas transmisi (misalnya dari N ke D atau ke R). Pada kondisi normal, perpindahan harus terasa halus. Entakan ini bisa menjadi pertanda adanya masalah pada sistem hidrolis, kerusakan pada solenoid valve, atau kondisi oli transmisi yang sudah sangat buruk.
Gejala Selip pada Transmisi
Saat Anda menginjak pedal gas, mesin terdengar menderu (RPM naik tinggi) namun kecepatan mobil tidak bertambah secara proporsional. Ini adalah tanda bahwa transmisi mengalami selip. Hal ini biasanya disebabkan oleh kampas kopling matic yang sudah aus atau tekanan oli yang tidak cukup untuk mengunci perpindahan gigi.
| Editor | : | Grid Content Team |
KOMENTAR