Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Ini Cara Praktis Deteksi Kampas Kopling Motor Aus Tanpa Bengkel

Konten Grid - Kamis, 12 Februari 2026 | 14:55 WIB
 Cara Praktis Deteksi Kampas Kopling Motor Aus Tanpa Bengkel
Istimewa
Cara Praktis Deteksi Kampas Kopling Motor Aus Tanpa Bengkel

Otomotifnet.com - Memiliki motor manual atau semi-otomatis (seperti tipe sport dan bebek) menuntut kepedulian lebih dari sekadar mengisi bensin.

Salah satu jantung penggerak yang sering terlupakan namun sangat vital adalah sistem kopling.

Komponen ini bertugas sebagai jembatan sekaligus pemutus tenaga dari mesin ke transmisi, sebelum akhirnya dikonversi menjadi putaran roda belakang.

Satu set unit kopling sebenarnya terdiri dari kolaborasi berbagai komponen kompleks, antara lain:

  • Rumah Kopling & Pusat Kopling: Wadah dan poros utama sistem.

  • Pelat Gesek (Kampas Kopling) & Pelat Kopling: Dua komponen yang saling bergesekan untuk menyalurkan tenaga.

  • Pelat Penekan & Pegas Kopling: Pengatur tekanan agar perpindahan tenaga berlangsung presisi.

Di antara komponen tersebut, pelat gesek atau kampas kopling adalah "pemeran utama" yang bersifat konsumsi (habis pakai) dan wajib diganti secara berkala.

Kapan Harus Ganti? 

Secara teknis, pabrikan umumnya menyarankan penggantian kampas kopling setiap 20.000 hingga 24.000 km.

Namun, angka ini bukanlah harga mati. Usia kampas bisa jauh lebih pendek jika:

  1. Gaya Berkendara Salah: Terlalu sering menggantung atau "memainkan" setengah kopling.

  2. Medan Berat: Sering menempuh jarak jauh atau terjebak kemacetan parah (stop-and-go).

Baca Juga: 2 Kebiasaan Buruk Pengemudi Mobil Manual, Bikin Kopling Cepat Aus

Baca Juga: Kopling Mobil Manual Tercium Bau Gosong, Ternyata Ini Penyebabnya

Baca Juga: Cegah Mudik Batal, Hindari 3 Penyebab Kopling Mobil Keras Saat Diinjak

Baca Juga: Banyak yang Enggak Tahu, Seperti Ini Gejala Pelat Kopling Mobil Gosong

Jangan menunggu hingga motor mogok.

Anda bisa mendeteksi keausan melalui sinyal-sinyal berikut:

  • Akselerasi "Boyo": Tarikan awal terasa lemas meskipun putaran mesin (RPM) sudah tinggi.

  • Gejala Selip: Tenaga mesin terasa tidak tersalurkan sempurna ke roda, seolah-olah gas kosong.

  • Transmisi Keras: Perpindahan gigi atau persneling terasa kasar dan sulit dioper.

Menunda penggantian kampas kopling yang sudah aus bukan hanya soal kenyamanan, tapi soal keamanan dan biaya.

Membiarkan kampas tipis terus bekerja akan memicu efek domino:

  • Kerusakan Merembet: Gesekan yang tidak sempurna akan mengikis pelat kopling dan rumah kopling. Jika kedua komponen ini rusak, biaya perbaikan akan membengkak berkali-kali lipat.

  • Overheat: Mesin akan bekerja ekstra keras untuk menghasilkan tenaga yang hilang akibat selip, sehingga suhu mesin cepat panas (overheat).

Editor : Grid

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa