Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Hindari 5 Pelanggaran Lalu Lintas Yang Sering Terjadi Saat Mudik

Konten Grid - Selasa, 24 Februari 2026 | 12:00 WIB
pelanggaran lalu lintas saat mudik
Adam Samudra
pelanggaran lalu lintas saat mudik

Otomotifnet.com - Setiap tahun, tradisi mudik menyisakan ironi yang serupa, kemacetan panjang yang dibumbui dengan ribuan pelanggaran lalu lintas yang berulang.

Seolah menjadi ruang legal sesaat, kesadaran berkendara seringkali luntur demi ambisi cepat sampai di kampung halaman.

Fenomena ini menciptakan dilema bagi petugas di lapangan, jumlah pelanggar yang jutaan berbanding terbalik dengan personel yang terbatas, membuat penindakan hukum seringkali harus mengalah pada kelancaran arus.

Berikut adalah 5 pelanggaran lalu lintas saat perjalanan mudik lebaran

1. Pengabaian Lampu Utama Motor

Meski terlihat sepele, menyalakan lampu utama motor di siang hari adalah aturan krusial untuk visibilitas.

Sayangnya, banyak pemudik motor yang tidak sadar (unaware) atau sengaja abai.

Polisi seringkali sulit menindak satu per satu di tengah lautan kendaraan, namun risiko kecelakaan akibat kendaraan yang tidak terlihat jelas tetap menghantui.

2. Helm

Helm bukan sekadar syarat agar tidak ditilang, melainkan pelindung nyawa.

Mirisnya, masih banyak pemudik yang tidak menggunakan helm atau lupa mengikat tali dagu (chinstrap). Dalam kecepatan tinggi di jalur mudik, kelalaian kecil ini bisa berakibat fatal.

3. Rambu Jalan yang Terabaikan

Keterbatasan fasilitas rest area sering membuat rambu dilarang berhenti atau dilarang parkir kehilangan taji.

Kendaraan yang parkir di bahu jalan tol atau pinggir jalur arteri bukan hanya melanggar aturan, tapi juga menjadi pemicu kemacetan baru yang bersifat efek domino.

4. Overkapasitas

Potret pemudik sejati seringkali identik dengan pemandangan mobil pikap yang disulap menjadi angkutan orang dengan atap seadanya, atau satu motor yang dinaiki lebih dari dua orang plus barang bawaan.

Secara teknis, ini adalah pelanggaran berat terkait keseimbangan dan keamanan, namun petugas seringkali hanya bisa memberi teguran karena pertimbangan kemanusiaan dan situasi di jalur.

5. Budaya Melawan Arus

Inilah egoisme di jalan raya yang paling berbahaya.

Membawa kebiasaan buruk dari kota besar ke jalur mudik dengan melawan arus demi menghindari macet adalah tindakan yang sangat berisiko.

Tanpa adanya instruksi contra-flow resmi dari pihak kepolisian, tindakan ini adalah "bom waktu" bagi kecelakaan beruntun.

Editor : Grid

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa