Otomotifnet.com - Memilih waktu keberangkatan saat ingin melakukan perjalanan luar kota bukan sekadar masalah menghindari macet.
Menurut pakar keselamatan berkendara, Jusri Pulubuhu, mengemudi di siang hari jauh lebih disarankan ketimbang malam hari, terutama untuk perjalanan jarak jauh dengan durasi di atas dua jam.
Secara alami, tubuh manusia memiliki jam biologis atau ritme sirkadian.
Standarnya, mulai pukul 21.00 WIB, tubuh secara otomatis mempersiapkan diri untuk beristirahat.
"Jika perjalanan dalam kota atau rute commuter harian di malam hari mungkin tidak masalah. Namun, ceritanya berbeda jika kita menempuh rute luar kota yang memakan waktu lama," jelas Jusri.
Memaksakan diri berkendara di jam istirahat akan memicu penurunan fungsi tubuh secara signifikan, yang tentu sangat berisiko saat harus mengendalikan kendaraan berkecepatan tinggi.
Baca Juga: 5 Tips Antisipasi Modus Maling Pecah Kaca Mobil Saat Mudik Lebaran
Baca Juga: 3 Tips Mencegah Kemalingan Motor Saat Mudik Lebaran, Ini Kata Bengkel
Baca Juga: Benarkah Ini Waktu Yang Tepat Untuk Supir Beristirahat Saat Mudik?
Baca Juga: Sebelum Mudik Lebaran 2026, 4 Ruang Mesin Mobil Ini Wajib Dicek Rutin
Meskipun jalanan telah dilengkapi lampu penerangan yang memadai, mata manusia tetap harus bekerja jauh lebih keras di malam hari dibandingkan siang hari.
Cahaya yang terbatas memaksa pupil bekerja ekstra, yang mempercepat rasa lelah pada mata.
Selain kelelahan fisik, berkendara saat tubuh seharusnya tidur akan menurunkan konsentrasi secara drastis.
Penurunan daya fokus ini membuat respons pengemudi melambat dalam menghadapi situasi darurat di jalan.
Kombinasi antara mata yang lelah dan kurangnya disiplin pengguna jalan lain adalah resep sempurna bagi kecelakaan.
Jusri menekankan beberapa risiko yang sering luput dari perhatian:
-
Minimnya Visibilitas Kendaraan Lain: Sering ditemui motor dari arah berlawanan tanpa lampu utama, atau kendaraan besar yang lampu remnya mati.
"Tanpa lampu rem yang berfungsi, seringkali pengemudi baru menyadari posisi truk di depannya saat jaraknya sudah sangat dekat," ungkap Jusri.
-
Kondisi Infrastruktur yang Tidak Merata: Tidak semua jalan antar-kota memiliki penerangan dan permukaan jalan yang mulus. Lubang jalan atau hambatan lainnya jauh lebih sulit terdeteksi dalam kegelapan.
| Editor | : | Grid |
KOMENTAR