Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

AC Mobil Mulai Gerah? Cek 3 Tanda Bahaya Ini Sebelum Perjalanan Mudik

Konten Grid - Jumat, 27 Februari 2026 | 20:00 WIB
Tanda ini bisa mengindikasikan AC mobil bermasalah.
octa saputra/Otofemale.id
Tanda ini bisa mengindikasikan AC mobil bermasalah.

Otomotifnet.com - Berkendara jarak jauh tanpa dukungan AC yang optimal bukan hanya soal rasa gerah, melainkan juga masalah keamanan karena suhu kabin yang panas dapat memicu kelelahan dan menurunnya konsentrasi pengemudi.

AC bukan sekadar fitur pelengkap, melainkan paru-paru bagi kenyamanan kabin mobil Anda.

Agar perjalanan Anda tidak berubah menjadi mimpi buruk, sangat penting untuk mengenali sinyal kerusakan dini dan memahami perawatan mesin secara menyeluruh.

3 Tanda AC Mobil Sedang Bermasalah

Jangan menunggu AC mati total untuk melakukan perbaikan.

Kerusakan kecil yang dibiarkan akan merembet ke komponen lain dan membengkakkan biaya servis.

1. Penurunan Suhu

Ini adalah indikasi paling umum.

Jika embusan udara terasa hambar atau hanya seperti kipas angin biasa, kemungkinan besar terjadi masalah pada refrigerant (freon).

Hal ini bisa disebabkan oleh kebocoran halus pada selang, kondensor yang kotor, atau masa pakai freon yang sudah habis.

2. Aroma Tak Sedap dari Dashboard

Jika kabin tercium bau apek atau asam saat AC dinyalakan, itu tandanya ada masalah higienitas di sistem pendingin.

Biasanya terjadi penumpukan jamur atau debu pada rumah blower dan evaporator.

Selain itu, filter kabin yang sudah jenuh kotoran wajib segera diganti agar tidak menjadi sarang bakteri yang berbahaya bagi pernapasan penumpang.

Baca Juga: Benarkah AC Tidak Dibolehkan On Saat Mesin Mobil Akan Dinyalakan?

Baca Juga: Tips Ala Bengkel, Cara Ampuh Mengecek Sendiri AC Mobil Bekas

Baca Juga: Kenapa Oli Kompresor AC Pada SUV Harus Rutin Dirawat? Ini Alasannya

Baca Juga: Merokok Dalam Mobil Bisa Bikin AC Mobil Mudah Rusak, Ini Penjelasannya

3. Mati Total

Kondisi terburuk adalah saat AC sama sekali tidak bereaksi saat dinyalakan.

  • Masalah Elektrikal: Bisa jadi ada putusnya sekring, kabel yang digigit tikus, atau kerusakan pada panel kontrol di dashboard.

  • Masalah Mekanis: Jika bagian elektrikal normal namun AC tetap mati, besar kemungkinan kompresor (jantung AC) telah mengalami kemacetan atau aus secara mekanis.

Banyak pemilik mobil beranggapan bahwa mobil yang hanya mendekam di garasi (weekend car) olinya lebih awet karena jarak tempuhnya masih rendah.

Anggapan ini salah besar.

Anda harus melakukan penggantian berdasarkan mana yang tercapai lebih dulu.

  • Jika Jarak Tercapai Duluan: Mesin bekerja keras menempuh 10.000 km, maka daya lumas oli otomatis menurun.

  • Jika Waktu Tercapai Duluan (6 Bulan): Meskipun mobil jarang jalan dan odometer belum menyentuh 10.000 km, oli wajib diganti.

Mengapa Mobil Diam Malah Merusak Oli?

  1. Oksidasi & Degradasi Kimia: Kandungan zat aditif di dalam oli memiliki masa aktif. Setelah 6 bulan, aditif tersebut akan mengalami kerusakan kimia, sehingga fungsi pelumasan dan pendinginan mesin tidak lagi maksimal.

  2. Pengendapan & Korosi: Saat mobil diam terlalu lama, oli akan turun dan mengendap di bagian bawah (crankcase). Kondisi ini menyebabkan komponen mesin bagian atas kering tanpa lapisan pelindung, sehingga sangat rentan terhadap korosi (karat) akibat kelembapan udara di dalam ruang mesin.

Editor : Grid

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa