Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Ini Alasan Kenapa SPBU Tidak Menyarankan Isi BBM Pakai Botol Plastik

Konten Grid - Selasa, 7 April 2026 | 14:30 WIB
Alasan BBM tidak boleh ditaruh pada botol plastik
tribunnews.com
Alasan BBM tidak boleh ditaruh pada botol plastik

Otomotifnet.com - Mungkin Anda pernah merasa repot saat ingin membeli bensin atau solar untuk keperluan rumah tangga, seperti membersihkan kerak mesin atau pelarut cat, namun ditolak oleh petugas SPBU karena hanya membawa botol plastik bekas air mineral.

Meski terlihat praktis untuk membawa volume kecil, larangan ini bukanlah tanpa alasan.

Ada risiko nyawa dan aturan hukum ketat yang melatarbelakanginya.

Berikut beberapa alasan kenapa isi BBM tidak diperbolehkan menggunakan botol plastik.

1. Ancaman Listrik Statis

Alasan utama pelarangan ini adalah fenomena fisika bernama listrik statis.

  • Plastik vs Logam:

    Berbeda dengan jeriken berbahan logam (besi/baja) yang mampu menghantarkan listrik ke tanah (grounding), plastik adalah isolator.

  • Gesekan Nozel:

    Saat bensin mengalir deras dari nozel ke dalam wadah plastik, gesekan cairan tersebut menciptakan muatan listrik statis. Karena plastik tidak bisa membuang muatan ini, listrik akan menumpuk dan berpotensi memicu percikan api spontan yang berujung pada ledakan atau kebakaran di area SPBU.

  • Tips Aman:

    Jika menggunakan jeriken logam, pastikan wadah diletakkan di atas tanah saat pengisian, bukan dipegang atau ditaruh di atas jok motor/mobil. Tanah berfungsi sebagai penghantar listrik statis yang paling sempurna.

2. Kerusakan Material

Secara kimiawi, bensin memiliki senyawa pelarut yang sangat kuat.

Wadah plastik biasa (seperti botol air mineral) terbuat dari polimer yang tidak dirancang untuk menampung bahan kimia keras.

  • Proses Pelarutan:

    Kandungan kimia dalam BBM dapat merusak struktur polimer plastik. Akibatnya, plastik akan menipis, menjadi lembek, dan akhirnya bocor.

  • Kontaminasi:

    Plastik yang larut ke dalam bensin juga dapat merusak kualitas bahan bakar tersebut, yang jika digunakan pada mesin, justru bisa menyebabkan kerusakan komponen.

Baca Juga: Ini Penggunaan HP yang Dilarang Saat di SPBU, Namun Buka Aplikasi MyPertamina Tetap Boleh

Baca Juga: Bukan Siang atau Malam, Waktu Terbaik Mengisi BBM di SPBU Diungkap Pertamina

Baca Juga: Inilah 5 Mitos Tentang SPBU dan Bensin, Nomor 4 Sering Dilakukan

Baca Juga: Wajib Tahu Nih, Ada Benarnya Kalau SPBU Ramai Menandakan Kualitas BBM Bagus Lho

3. Aturan Ketat BBM Bersubsidi (JBKP & JBT)

Selain faktor keamanan, ada regulasi pemerintah yang mengatur distribusi bahan bakar.

  • Surat Rekomendasi: Pembelian BBM jenis Pertalite (JBKP) atau Solar Subsidi (JBT) menggunakan jeriken diwajibkan menyertakan surat rekomendasi dari dinas terkait. Hal ini dilakukan untuk memastikan subsidi tepat sasaran dan mencegah penimbunan ilegal.

  • Papan Larangan: Sosialisasi ini biasanya terpampang jelas di setiap SPBU sebagai bentuk kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja (Health, Safety, Security, and Environment).

 

Editor : Grid

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa