Otomotifnet.com - Di tengah meningkatnya minat terhadap mobil listrik perkotaan di Indonesia, Wuling Air EV Lite 300 keluaran 2026 menjadi salah satu unit yang layak untuk parkir di garasi Anda.
Varian ini memiliki filosofi "small footprint, big efficiency" karena menawarkan keseimbangan antara harga, efisiensi dan mampu jarak tempuh yang sudah sangat cukup untuk kebutuhan harian perkotaan.
Eksterior
Sebagai city car listrik, Air EV Lite 300 tahun 2026 tetap mempertahankan bahasa desain khasnya dengan bentuk kotak yang kompak namun tetap terlihat uturistik.
- Bagian depan: Didominasi panel tertutup khas mobil listrik, menggantikan grille konvensional yang berkombinasi dengan lampu utama ditempatkan pada posisi rendah dengan desain minimalis, sementara DRL (daytime running light) membentuk signature light sederhana.
- Bagian samping: Terlihat sangat "clean" dan boxy dengan garis atap dibuat lurus hampir datar hingga bagian belakang. Pada sektor kaki-kakinya memakai velg Alloy ring 12 yang dibalut ukuran ban 140/70.
- Bagian belakang: Tetap mempertahankan bahasa desain “boxy futurism” dengan siluetnya yang tegak dan hampir vertikal. Posisi lampu LED minimalis yang relatif tinggi memberikan efek visual mobil yang lebih "tegap".
Interior
Begitu masuk ke dalam kabin Air EV Lite 300 terkesan makin modern dan ergonomis.
Bagian dashboard depan menggunakan panel plastik keras berwarna cerah yang memberikan kesan futuristik khas mobil listrik.
Namun pada varian tipe ini belum dilengkapi head unit layar sentuh, hanya terdapat panel instrumen layar 7 inchi yang terdapat dibalik setirnya untuk memantau kondisi kendaraan secara aktual.
City car EV berkapasitas 4 orang ini dibekali kursi atau jok yang dilapisi bahan fabric atau kain berkualitas bahkan dilengkapi headrest.
Baca Juga: Harga Wuling Air EV Lite 200 Tahun 2026: Kini Dijual Segini
Baca Juga: Wuling Air EV Pro Long Range Tahun 2026: Sekarang Dijual Segini
Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Memilih Mobil Listrik Wuling Air Ev 2026, Cek Harga Terbarunya
| Editor | : | Grid Content Team |
KOMENTAR