Test Knalpot ProSpeed TX di D-Tracker 150, Tiga Step Power!

Billy - Kamis, 6 Juni 2013 | 11:56 WIB

Test Knalpot ProSpeed TX di D-Tracker 150, Tiga Step Power! (Billy - )

Opix
Test Knalpot ProSpeed TX di D-Tracker 150, Tiga Step Power!
Knalpot racing berlabel Pro Speed kembali mengeluarkan produk baru. Peruntukannya kali ini buat motor Kawasaki KLX 150 atau D-Tracker 150. Jika sebelumnya ada tipe MX series, kali ini keluar dengan tipe TX series.

“Tipe TX ini adalah penyempurnaan dari tipe sebelumnya, ada perbedaan pada material pipa yang lebih cepat melepas panas dan ubahan di bagian dalam silencer,” jelas Bie Hau, pria dibalik merek Pro Speed ini.

Knalpot tipe TX ini mirip knalpot branded yang lainnya, ada bagian yang gendut pada bagian leher dan memiliki bahan dasar stainless steel. Bentuk silencer juga berbeda dari sebelumnya dan dilengkapi finishing carbon pada bagian ujung.

Tidak ketinggalan dilengkapi juga dengan dB killer yang dapat diubah-ubah. “Tingkat kebisingan dapat diatur dengan cara mengeser penyekat yang ada di dalam silencer, mau dibuat free flow juga bisa,” yakin Bie Hau. Totalnya ada tiga pilihan, benar-benar adem dengan dB killer dan sumbatan, dB killer saja dan free flow tanpa keduanya.

Biar enggak penasaran, uji coba di atas dynometer Dynojet milik Aerospeed 74 dibilangan H. Nawi, Jaksel dilakukan. Tujuannya melihat lonjakan tenaga dan torsi yang dihasilkan, sekaligus melihat air fuel ratio (AFR). Kawasaki D-Tracker keluaran 2011 milik Jerry dengan kondisi mesin standar, hanya melakukan penggantian roda dengan ring 17.

Uji coba ini dilakukan dalam 4 tahap, sebagai awalan dites menggunakan knalpot standar, hasil yang didapat 9,11 dk pada 7.300 rpm dengan torsi 9,65 Nm di 5.300 rpm, grafik AFR tercatat 14,5:1.
Opix
Test Knalpot ProSpeed TX di D-Tracker 150, Tiga Step Power!
Grafik peningkatan tenaga dan torsi tanpa dB killer, lebih signifikan.
Kedua, bagian dalam silencer menggunakan dB killer berikut dengan penyekat atau sumbatan yang bentuknya mirip koin diletakan di bagian paling dalam pada saringan, tenaga yang didapat 9,22 dk pada 7.500 rpm untuk torsi 9,91 Nm di 5.400 rpm. Monitor AFR menyentuh 12,5:1.

Lanjut tahap ketiga, sumbatan di dalam dB killer dilepas tapi masih menyisakan dB killer. Power naik menjadi 9,41 dk pada 7.400 rpm dan torsi jadi 10,17 Nm di 5.100 rpm, grafik AFR di 12:1.

Terakhir tahap keempat, dB killer dilepas sama sekali jadi free flow. Motor kembali di-running diatas mesin dyno, lonjakan tenaga jadi 9,50 dk pada 7.500 rpm dan torsi jadi 10,67 dk di 4.900 rpm dengan AFR menunjuk di 13:1.

Kesimpulannya, knalpot tetap memberikan kenaikan tenaga dan torsi tanpa melakukan ubahan apapun, termasuk seting karburator. Kenaikan signifikan ada pada torsi yang memang dibutuhkan untuk motor dual purpose seperti ini.

dB Killer Pengaruhi Tenaga dan Suara

Fungsi dB killer sendiri merupakan pilihan jika suara yang dihasilkan terlalu berisik, tapi konsekuensinya tenaga yang dihasilkan juga berbeda. Ketika dibuat free flow, suara lebih ngebas tapi tenaga juga lebih besar. Oiya, menariknya, pada kondisi freeflow pun, angka AFR yang tercatat 13 : 1, artinya masih ideal, tidak terlalu boros atau kekeringan. (motorplus-online.com)