Otomotifnet.com - Melakukan perjalanan jarak jauh atau touring dengan sepeda motor menuntut kesiapan fisik pengendara dan kondisi prima kendaraan.
Seringkali, kecelakaan atau kendala teknis di jalur mudik bermula dari hal-hal kecil yang terlewatkan.
Agar perjalanan Anda tidak hanya berkesan tetapi juga selamat sampai tujuan, berikut adalah empat pilar pengecekan vital yang wajib dilakukan:
1. Ban
Ban adalah satu-satunya bagian motor yang bersentuhan langsung dengan aspal.
Memastikan tekanan angin sesuai standar pabrikan bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mekanis:
-
Stabilitas: Tekanan yang kurang membuat dinding ban melentur berlebihan, menyebabkan motor terasa "melayang" atau tidak stabil saat bermanuver.
-
Beban Mesin & BBM: Ban kempis memperluas area gesek (contact patch) dengan jalan. Akibatnya, mesin bekerja ekstra keras untuk memutar roda, yang secara otomatis membuat konsumsi bahan bakar jauh lebih boros.
-
Risiko Burst: Ban yang kurang angin justru lebih cepat panas (overheat) dan rawan meledak saat menghantam lubang.
2. Sistem Pengereman
Rem adalah komponen keselamatan aktif yang paling krusial.
Sebelum berangkat, lakukan audit pada sistem pengereman:
-
Ketebalan Kampas: Pastikan kampas rem masih tebal. Kampas yang tipis tidak hanya mengurangi daya cengkeram, tetapi juga bisa merusak piringan cakram (disc brake).
-
Kualitas Minyak Rem: Periksa volume dan kejernihan minyak rem. Jika warnanya sudah keruh, segera ganti untuk menghindari risiko rem "blong" akibat suhu panas (gejala vapor lock).
-
Uji Jalan: Lakukan pengereman mendadak di kecepatan rendah sebelum memulai perjalanan jauh untuk memastikan tidak ada suara aneh atau getaran yang tidak wajar.
3. Kesehatan Oli Mesin
Oli bukan sekadar pelumas, ia adalah darah bagi mesin motor Anda.
Dalam perjalanan jauh, mesin akan bekerja pada suhu tinggi dalam waktu lama.
-
Fungsi Pendingin: Oli membantu membuang panas dari ruang bakar. Oli yang sudah encer atau kotor kehilangan kemampuan proteksinya, yang bisa menyebabkan mesin macet (overheat).
-
Volume yang Tepat: Pastikan volume oli berada di batas aman pada dipstick. Kekurangan oli sedikit saja bisa berakibat fatal pada komponen internal mesin seperti piston dan noken as. Ganti oli baru tepat sebelum berangkat agar performa mesin tetap segar.
Baca Juga: Mengemudi Lebih Dari 4 Jam, Lakukan Ini Saat Mudik Lebaran Nanti
Baca Juga: 5 Tips Meninggalkan Motor di Rumah Saat Mudik Lebaran, Ini Kata Pakar
Baca Juga: Sebelum Ditinggal Mudik Lama Teteskan Oli ke Lubang Busi Motor, Ini Fungsi Pentingnya
Baca Juga: 5 Tips Antisipasi Modus Maling Pecah Kaca Mobil Saat Mudik Lebaran
4. Sistem Kelistrikan
Lampu motor sering dianggap sepele hingga Anda terjebak di jalur hutan atau cuaca buruk yang gelap gulita.
-
Lampu Utama: Pastikan fokus cahaya tidak terlalu tinggi atau rendah agar tidak menyilaukan pengendara lain namun tetap menerangi jalan dengan jelas.
-
Lampu Sinyal (Sein & Rem): Ini adalah alat komunikasi Anda dengan pengguna jalan lain. Lampu rem yang mati sangat berbahaya karena pengendara di belakang tidak akan tahu kapan Anda melambat.
-
Lampu Senja & Instrumen: Pastikan panel instrumen (speedometer) terlihat jelas agar Anda bisa memantau kecepatan dan indikator bensin sepanjang perjalanan.
| Editor | : | Grid |
KOMENTAR