Honda Freed 2009, Cukup Main Luar

billy - Selasa, 25 Juni 2013 | 09:11 WIB

(billy - )


Sempat berhenti dari ranah modifikasi, namun kembali pada 2012. Aliran yang dimasuki bukan lagi audio, melainkan permainan pelek dan ketinggian bodi. "Kebetulan setahu saya yang modifikasi Honda Freed masih jarang, jadi agak tertantang juga supaya mobil itu enak dilihat," sebut Alvi Satya.

Fokus modifikasi terlihat hanya pada sektor eksterior. Sebab untuk mesin dan interior tidak terlalu dipermainkan. Pada interior hanya merobek atap dan ditutup kembali dengan sunroof keluaran Webasto.

Sementara itu, pada sisi eksterior cukup ekstrem jika dilihat. Ketinggian mobil dipangkas cukup banyak. Alhasil jarak kolong mobil dengan aspal semakin rapat. Ini didapat dengan permainan suspensi. Seperti mengubah dudukan per, dudukan sokbreker dan menaikkan posisi link stablilizer pada bagian depan.

Bagian belakang cukup mengganti sokbreker keluaran Bilstein yang sudah pendek. Selain itu, per juga diganti dengan yang lebih pendek. Efeknya, ketinggian jadi jauh berkurang.

Permainan selanjutnya jelas pada lingkar roda. Dengan komponen ini modifikasi jadi terlihat lebih maksimal. Virus pelek miring dengan ban masuk ke ruang sepatbor coba diadopsi.

Bukan tanpa masalah, karena sistem buka pintu Freed yang geser. "Jadi harus benar-benar pas dengan offset dan lebar pelek. Pakai yang sekarang saja sebenarnya sudah kena bagian dalam pintu tapi sedikit," ucap Alvi.

Mahasiswa ini menempatkan pelek SSR Professor SP-1 berukuran 17 inci pada keempat rodanya. Bagian depan dengan lebar 7,5 inci dan offset 10. Sementara belakang 1 inci lebih lebar dibanding depan dengan offset 18. Jika lebar dan offset pelek tidak pas, pintu samping tak bisa dibuka, karena mentok pelek.

Sementara itu untuk bagian depan lebih fleksibel. Uniknya, pelek ini terpasang sehari sebelum sesi foto oleh OTOMOTIF, setelah sebelumnya terpasang pelek Atev dan AMG Aero. (mobil.otomotifnet.com)