First Drive All New Mazda2, Ini Rasa Versi Indonesia

Dimas Pradopo - Jumat, 28 November 2014 | 14:06 WIB

(Dimas Pradopo - )


Setelah mencoba pertama kali di Jepang, akhirnya bisa juga merasakan All New Mazda2 di Indonesia, apa bedanya?


Jakarta - Pada Agustus yang lalu, OTOMOTIF sudah mencoba All New Mazda2 di Sirkuit Tokachi, Obihiro, Jepang. Nah Minggu (16/11) kemarin, akhirnya merasakan versi Indonesia di acara Parade Test Drive di Flavor Bliss Alam Sutera, Tangerang. Walaupun di tempat terbatas, setidaknya bisa temu kangen dan melihat perbedaannya dengan yang di Jepang.

Masuk ke kabin kesan mewah begitu terasa. Hasil dari perpaduan jok hitam beraksen jahitan merah, balutan krom di beberapa detail dan lapisan kulit di dasbor. Termasuk panel instrumen yang berlatar hitam memberi kesan elegan. Pandangan keluar terbilang cukup lega. Semua kontrol dapat dijangkau dengan mudah. Redaman kabin baik, tapi mesti dites di kecepatan tinggi di tol nih.

Suara mesin setelah tombol starter ditekan terdengar senyap dari kabin.Lantaran tempat terbatas, tak bisa mengeksplor akselerasi. Tapi kalau mengingat saat di Jepang, performa dari mesin 1.5 L Skyactiv G dengan transmisi 6 percepatan terbilang gesit, apalagi kalau pakai mode sport, akselerasi cepat dan perpindahan gigi di rpm tinggi jelang redline.

Saat di Tokachi, sebenarnya yang dites versi pasar Indonesia, hanya saja saat itu ada fitur yang belum terpasang, yaitu heads-up display. Sebuah layar mungil transparan di atas panel instrumen yang menampilkan kecepatan mobil. Nah saat mencoba kemarin, fitur yang hanya ada di tipe GT itu sudah ada.

Bisa dirasakan heads-up display sangat membantu pengemudi, konsentrasi ke depan tetap fokus, namun kecepatan langsung terpantau karena letaknya searah pandangan mata.Tampilan heads-up display bisa diseting lewat MZD Connect, seperti ketinggian dan kontrasnya. Oh iya, MZD Connect merupakan pusat hiburan dan informasi dengan layar sentuh 7 inci.

Fitur ini bisa juga diatur lewat commander control, pusat pengendali di dekat tuas transmisi. Cukup putar dan tekan pakai tangan kiri, mudah dan enggak membingungkan.Bagaimana jika duduk di belakang? Ternyata sama menyenangkan seperti di depan. Kontur dan desain jok belakang menjadikan posisi duduk tergolong nyaman.

Posisi kaki juga demikian, jarak antarjok dengan lantai terbilang cukup sehingga kaki dapat menjejak dengan sempurna.
Rendahnya jarak jok dengan lantai dipadu bukaan pintu yang cukup besar, membuat akses masuk keluar mobil begitu mudah. Posisi sandaran jok yang tidak terlalu tegak, membuat duduk jadi nyaman sehingga badan tidak lekas pegal.

Tapi posisi duduk di belakang terasa seperti ‘tenggelam’. Pasalnya, doortrim tergolong tinggi, sehingga ‘membenamkan’ sang penumpang. Bagi sebagian orang, posisi duduk seperti ini terasa kurang nyaman. Karena berkesan kabin sempit. Mau tahu lebih lengkap? Tunggu test drive-nya. • (mobil.otomotifnet.com)


Mesin Skyactiv 1.5 L dipadu transmisi 6 percepatan A/T dan M/T


Duduk di belakang nyaman walaupun terasa tenggelam


MZD Connect dan commander control, pusat hiburan dan informasi