Meninggalkan Mobil Selama Libur Lebaran (Bag 1)

Otomotifnet - Minggu, 19 Juli 2015 | 08:36 WIB

(Otomotifnet - )




Jakarta
- Buat yang mau ke luar kota bawa kendaraan sendiri, pasti enggak ketinggalan baca OTOMOTIF edisi lalu dong untuk persiapan dan barang apa saja yang mesti dibawa. Nah, buat yang travelling naik angkutan umum macam pesawat atau kereta, terus kendaraan andalan ditinggal di rumah.

Usah khawatir, sekarang lah saatnya membaca, apa saja yang harus diperhatikan. Terlihat sepele, namun meninggalkan mobil di rumah ada trik loh. Pertama, selain memastikan seluruh pintu terkunci sempurna, usahakan jendela juga tertutup rapat. Jangan sampai deh, gara-gara lupa tutup kaca. Begitu pulang suasana kabin malah penuh nyamuk dan serangga.

Pun begitu yang punya aksesori tambahan dengan listrik tambahan, bisa juga dimatikan dulu supaya menghemat aki enggak gampang drop. Tapi kalau alarm enggak usah ya, kan memang dibikin buat safety. Mulai dari hal simpel dari posisi rem tangan, mitos harus lepas terminal aki, tekanan angin ban sampai hal ringan seperti sarung untuk bungkus bodi hingga.

Pergi makin nyaman dan hati tenang, pulang pun bikin riang karena besutan kesayangan tetap terawat...• (otomotifnet.com)


USIR HEWAN PENGERAT
Hewan pengerat memang sangat menjengkelkan. Terlebih jika sering ‘bermain-main' di daerah kendaraan. Banyak akibat-akibat fatal yang dapat terjadi. Nah di saat meninggalkan kendaraan dalam waktu yang cukup lama, ada baiknya diberikan penangkal hewat pengerat supaya tidak berada di dekat kendaraan.

Sifat tikus itu biasanya senang bermain di tempat yang kotor dan gelap. Binatang ini juga lebih senang berada di tempat yang cukup bau. Pertama-tama tentu harus membersihkan ruang mesin dan kolong sepatbor. Bisa bawa ke salon mobil jika malas mengerjakan sendiri.

Langkah kedua gunakan kapur barus yang sudah dibungkus dan memiliki gantungan. Bisa beli 4 hingga 5 bungkus yang penempatannya diatur di tiap sudut dan di bagian tengah mesin. Nah soal spot gantungnya, tegantung masing-masing kendaraan. "Paling pas ditaruh dekat kabel-kabel. Contoh kabel-kabel lampu, wiring ECU dan sebagainya," sebut Bernard, tuner Auto Fever kawasan Kelapa Gading, Jakut. Ini bertujuan supaya kabel dan sistem kelistrikan mobil aman dari gigitan hewan tersebut. •




TEKANAN ANGIN BAN

Ketika meninggalkan kendaraan dalam waktu yang kurang lebih 1 hingga 2 minggu, sebaiknya tekanan angin sedikit dinaikan. Sengaja dibuat lebih tinggi dibanding standar rekomendasi pabrik, agar saat terjadi penyusutan akan kembali ke angka yang direkomendasi.

Cukup naikan tekanan sekitar 3 hingga 5 psi dari angka yang biasa. Angka ini dianggap cukup dan tak akan membuat ban menjadi kotak atau kempes habis. "Ban akan menjadi kotak karena ditinggal, disebabkan tekanan angin yang kurang dalam waktu lama dan bobot kendaraan yang berat," ujar Johan Karuci, punggawa SM Motorsport di Jl. Panjang, Jakbar. Namun setelah pulang dari liburan, jangan lupa mengukur kembali tekanan angin ban ya.

Bisa juga ban diberi alas seperti kardus ataupun karpet sebelum pergi liburan. Ini juga untuk menjaga ban tidak bersentuhan dengan suhu dingin permukaan lantai saat malam hari. •




AUDIO

Soal audio juga berhubungan dengan aki. Kalau kendaraan yang memiliki tatanan audio yang bukan standar pabrik, sebaiknya melepas sekering utama yang posisinya di dekat kabel aki terminal positif. Biasanya berbentuk sekering tabung 60 A.

Cara lepasnya tentu harus membuka cover sekering terlebih dahulu. Kebanyakan model yang digunakan di pasaran tinggal diputar saja ke arah kiri untuk membuka dan ke kanan untuk menutup. Setelah sekering tabung dapat diakses, tinggal cabut saja dan simpan di dalam laci kendaraan agar tidak sulit mencarinya.

Jangan takut soal settingan audio yang bakal hilang. "Biasanya head unit high end sudah ada fitur recall. Jadi settingan sudah di-back up dan bisa di-restore lagi," terang Ferdi, instalatur Glaze Auto Sound di Mega Glodok Kemayoran, Jakpus. Namun kalau yang belum canggih head unitnya, perlu dilakukan pencatatan tuning secara manual. •