Fitur GPS Semakin Komplet Dan Menarik

billy - Rabu, 28 September 2011 | 14:02 WIB

(billy - )

 
JAKARTA - Sistem pemetaan dan navigasi mengandalkan GPS (Global Positioning System), kini sudah beranjak ke taraf pengembangan fitur baru demi memudahkan pemakaian. Alhasil, teknologi yang dianut juga semakin bagus, dengan tampilan serta opsi menu yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan si pemakai.

TAMPILAN PETA
Saat ini terdapat beberapa produk GPS yang menawarkan beragam fitur baru yang lebih memudahkan pemakainya. Seperti K-Nav lansiran PT Kramat Motor (KM), Garmin yang merupakan lisensi dari Amerika Serikat, Papago buatan Malaysia, Navitel asal Rusia, Polnav bikinan Polandia, Sygic dan N-Drive yang berasal dari belahan Eropa.

Namun beberapa di antara merek tadi, memang belum banyak dikenal di kalangan masyarakat awam. Seperti Polnav, Sygic dan N-Drive. Meski begitu, kesemua merek saling menawarkan beragam kemudahan fitur navigasi.

Fokus dari pengembangan fitur terkini yang terjadi di hampir semua produk tadi, berujung pada aspek kemudahan dalam pemantauan bagi si pemakai. Seperti teknologi junction view (tampilan persimpangan jalan), yang ditawarkan K-Nav serta Garmin ini.

Menurut Richard Kurniawan, marketing director KM selaku produsen dan pengagen K-Nav di Gading Kirana Timur, Kelapa Gading, Jakut, fitur junction view muncul pada insert box berupa gambar atau foto jalur persimpangan yang terdapat di depan jalur yang akan dilalui.

 Tampilan peta lebih menarik dengan teknologi 3 dimensi
"Junction view muncul tiap kali terdapat persimpangan jalan yang ada di depan posisi kita, supaya pengemudi lebih mudah dalam menentukan arah yang akan dilaluinya," terang Richard.

Selain junction view, lanjut Richard, K-Nav juga dibekali fitur baru lainnya seperti split view. "Fungsinya mirip dengan junction view, tapi tampilannya berbentuk peta 2 dimensi dan bukan foto atau gambar. Fungsinya buat memudahkan pengemudi ketika akan berbelok ke kanan atau ke kiri," urai pria berpostur subur ini seraya menyebut kalau produknya tersedia dalam versi portable dan built-in di monitor head unit OEM.

Sementara pada produk Garmin, fitur split view memang tidak tersedia di semua varian GPS-nya. Menurut salah seorang staf teknis PT Dunia Marine Internusa (DMI), agen resmi Garmin di Tanah Air, peta navigasi sudah didukung teknologi 3 dimensi untuk tampilan bangunan berikut landscape (pemandangan)-nya.

Sedangkan fitur junction view, sudah tersedia di semua seri produk Garmin produksi 2011. "Memang Garmin yang menjadi pelopor untuk teknologi ini, termasuk tampilan 3 dimensinya," ujar pria yang enggan disebutkan jati dirinya ini.

Namun begitu dalam waktu dekat, kebutuhan aplikasi tampilan peta 3 dimensi bakal semakin diminati, lantaran dianggap lebih menarik dan tak membosankan bagi pemakainya.

"Rencana kami ke depan, memang akan mengembangkan fitur 3 dimensi termasuk mengcustom POI (Point Of Interest) untuk produk K-Nav versi kedua," yakin Richard.

POI sendiri merupakan fitur yang memungkinkan tampilan icon untuk restoran, bank/ATM dan SPBU, sama seperti logo dari tiap fasilitas umum yang ada di lokasi tersebut. Misal rumah makan cepat saji Kentucky Fried Chicken (KFC), tampilannya tidak lagi gambar sendok-garpu, tapi sudah berupa tampilan logo KFC.

 Jangkauan pemetaan GPS saat ini sudah ada yang mencakup 33 propinsi di Indonesia
JANGKAUAN
Pada prinsipnya, seluruh pemakai GPS selalu menginginkan produk yang dipakainya bisa dipakai di semua tempat. K-Nav merupakan pelopor sistem navigasi darat yang sudah menyediakan software pemetaan dengan jangkauan seluruh Indonesia. "K-Nav sudah mengcover sampai 33 propinsi, lengkap dengan jalur alternatifnya," pungkas Richard.

Sejauh ini beberapa produk GPS yang beredar di pasaran umum, jangkauannya masih sebatas untuk pulau Sumatera-Jawa-Bali. Sementara wilayah Indonesia bagian timur seperti Papua dan Maluku, petanya belum banyak dieksplor oleh provider yang menyediakan fasilitas navigasi ini. (mobil.otomotifnet.com)