Ubang, demikian biasa disapa tidak secara terbuka mengatakan akan ikut di kejuaraan apa. "Nanti ada waktunya kita kasih tahu, yang jelas event internasional," kilahnya.
Besar kemungkinan kalau Ubang akan kembali mengikuti ajang PWRC yang dulu pernah diikutinya. Sebab untuk melangkah ke level World Rally Championship (WRC) rasanya belum memungkinkan. Begitu banyak dana yang harus dikeluarkan untuk bisa berkompetisi di level tertinggi tersebut.
Jangankan pendatang baru, pemain lama sekalipun yang tak memiliki dana kuat akan mudah tersingkir. Contohnya seperti Petter Solberg. Lewat PSWRT yang merupakan tim bentukannya jadi satu-satunya tim privateer yang bisa bersaing di 5 besar. Pereli kelas dunia tersebut harus lebih banyak berharap podium saat keluar dari tim pabrikan. Contoh lain Ice1 Racing yang dimotori oleh Kimi Raikkonen, tak bisa berbicara banyak di level WRC.
Tak hanya itu saja, bukan perkara mudah untuk bisa mengendarai mobil sekelas WRC. Kecepatan, teknologi dan komponen lainnya menuntut pereli yang sangat tangguh. Mago Sarwono, manajer tim Ubang pernah berkata kalau untuk bisa naik mobil WRC ada pelatihannya terlebih dahulu.
Kemungkinan kembali terjun ke PWRC semakin kuat setelah Ubang tak lagi berencana ikut di reli Asia Pasific. "Pasific Cup atau APRC kayaknya enggak. Kita mau yang lebih internasional lagi," seru pereli asal Makassar ini.
Dalam kiprahnya di ajang internasional tersebut, Ubang akan menggunakan Mitsubishi Lancer Evolution X. Sama seperti event, pereli yang memulai karirnya sejak usia 14 tahun ini tak mau berbuka mengenai tim tempatnya bernaung.
Selain akan berkiprah di internasional, dirinya juga akan tetap berkompetisi di lokal. Reli Medan seri 1 April mendatang menjadi bidikannya. Selain tergoda dengan lokasi yang menarik, hal tersebut juga akan dijadikan ajang mempersiapkan diri.
(otosport.co.id)