Modif Honda Grand Civic, Aura Klasik

billy - Kamis, 30 Juni 2011 | 08:02 WIB

(billy - )


Jakarta - Honda Grand Civic menurut saya merupakan mobil ternyaman pada zamannya. Bagaimana tidak? Kaca depannya yang besar memberikan daya visual yang luas, belum lagi dipadu teknologi kaki-kaki yang sudah mengadopsi double wishbone sehingga membuat bantingannya empuk sekali. Mungkin inilah yang membuat Ahmad Morteza, pemilik dari Grand Civic (GC) ini terpikat.

Nyatanya, ada kisah unik dibalik pemilihan Civic berkode SH4 ini. “Dulu saya sempat pakai Corolla Altis, tapi lama-lama bosan,” buka Ahmad, sapaan akrabnya. Waktu itu sempat bingung hendak mencari mobil apa. “Disaranin sama teman pakai Grand Civic, katanya nyaman, dan kabin luas,” tambahnya.

Sebelum dimodifikasi, Ahmad sudah mendapat berbagai referensi modifikasi dan aksesori untuk SH4-nya. Ia pun mulai berburu aneka aksesori. Salah satunya adalah perangkat spion retractable, “Saya lupa dari tipe apa, yang jelas bawaannya Civic JDM,” ucapnya.

Opsi custom juga ia lakukan apabila kesulitan menemukan aksesori yang diinginkannya, seperti sepasang fog lamp di bumper depan dan belakang. “Untuk depan, fog lamp-nya diambil dari Toyota Corolla FX, soalnya di mikanya ada ketrikan Koito,” ujar Ahmad. Sedangkan fog lamp belakang, “Lampunya custom, lupa dari mobil apa,” tukasnya.

Opsi fog lamp tidak dijumpai di Civic lokal karena memang bersifat opsional. “Kalau di Jepang, sebenarnya fog lamp bersifat opsional, namun untuk versi Eropa, malah jadi standar equipment,” jelas Ahmad.

Fog lamp belakang ini adalah ciri khas dari Civic versi Eropa. Pria gemar bercanda ini juga menambahkan antena belakang di bagasinya. “Pakai antena universal, bisa dibeli kok di toko-toko variasi,” jelasnya. Ia-pun harus rela mengebor panel dekat bagasi untuk menanamkan motor penggeraknya. “Baru disambung ke switch antena di dasbor,” ucapnya.

Sebagai pemanis, pria yang bermukim di Cibubur ini menambahkan add-on spoiler custom dari depan sampai belakang. Perangkat yang terbuat dari fiber ini lantas dicat hitam agar terlihat seperti spoiler bawaan OEM Honda. “Selain itu biar tampilannya enggak terlalu cingkrang,” tutupnya. Nice!

Map Light Kebanggaan

Di sektor interior, Ahmad menambahkan parts-parts yang boleh dibilang langka. Seperti switch antena belakang, switch fog lamp depan belakang, dan switch retractable mirror (beserta retractable motor) yang semuanya diambil dari Civic versi JDM kode EF. Yang lumayan susah didapatkan adalah switch fog lamp depan, “Sampai nitip temen di Malaysia, hahaha…” gelaknya.

Untuk mendapatkan switch ini, ia merogoh kocek kurang lebih Rp 300 ribu, sedangkan untuk switch-switch lain, “Sekitar Rp 150 ribuan,” ujarnya. Pemasangannya tidak ada kendala berarti karena memang diperuntukkan untuk GC.

Ada pernik yang menjadi kebanggaan Ahmad, yaitu map light yang letaknya di dekat spion tengah. Menurutnya, sangat jarang ia melihat GC memakai aksesori ini, bahkan hingga di komunitas GC aksesori ini juga tergolong jarang ditemui.

“Waktu itu teman ada yang mau bayarin, tapi enggak saya lepas. Susah nyarinya,” ungkap pria yang juga usaha dagang velg ini. Aksesori ini didapat Ahmad ketika membeli GC kelir emas ini. “Udah dipasang sama pemilik sebelumnya, dan asli dari Honda Accessories,” bangganya. Tambahan lagi, menurut Ahmad map light ini kerap dijumpai di sedan Honda yang menggunakan sunroof.

‘SKINNY’ BBS

Saya pribadi berpendapat, bodi GC  yang cenderung mengotak dan pipih akan lebih pantas jika dipasangkan velg dengan desain velg non celong. Enggak percaya? Lihat saja pada velgnya, dimana Ahmad memakai BBS RS 17x(8+9) inci yang dibalut ban Hankook 205/45R17.

Velgnya tidak celong karena barrel (inner rims) lebar, sehingga bibir velgnya kecil. Jenis BBS seperti ini kerap disebut ‘skinny’ karena outer lips-nya yang kecil. Ditambah dengan offset sesuai (40 mm dan 43 mm), velg ini bersanding pas dengan lekuk GC yang ramping dan menimbulkan aura klasik.

Ahmad juga mereduksi ketinggian mobilnya dengan per custom. “Tapi yang depan jadi sedikit bermasalah,” keluhnya. Masalah yang dialaminya adalah ketika berbelok patah, “Bunyi sraakk, bannya kayak diparut aspal,” lanjut mahasiswa universitas swasta di Jakarta ini.

Sampai sekarang ia belum menemukan solusinya, “Enggak tahu nih, apa karena otomatis camber-nya berlebihan, atau profil bannya yang salah?” FYI, konstruksi double wishbone ala SH4 jika diceperin, maka sudut camber roda akan negatif secara otomatis. Ada yang bisa bantu?  (mobil.otomotifnet.com)

SPESIFIKASI:
Velg BBS RS 17x(8+9) inci offset 40 mm dan 43 mm, ban Hankook 205/45R17, per custom, lips spoiler custom, side skirt custom, rear spoiler custom, ducktail custom, tailpipe custom, antena universal custom, spion retractable ex Civic JDM, fog lamp Toyota Corolla FX, rear fog lamp custom Euro version, switch antena Civic EF JDM, switch fog lamp depan & belakang Civic EF JDM, switch spion retract Civic EF JDM, map light Honda Accessories, setir BBS, jok Recaro LX Modular, shift knob replika Tipe-R, head unit Pioneer DEH-P8450, speaker depan Venom VX, speaker belakang coaxial Pioneer, stik equalizer Blaupunkt BEQ-S2