HKS OB-Link Indicator, Speedometer di Gadget Android Anda

billy - Selasa, 19 Juni 2012 | 17:07 WIB

(billy - )

 JAKARTA - Masih ingat ketika modifikasi dengan nuansa sport sedang hype, begitu banyaknya kendaraan yang tampil dengan indikator mulitfungsi. Entah di bagian atas dasbor, pilar A sampai ada yang sempat menaruhnya di atas kap mesin ataupun kaca belakang.

Tentu, seiring perkembangan zaman, enggak harus lagi dong pandangan mata justru terganggu dengan banyaknya indikator. Kali ini, cukup pakai 1 gadget, semua data yang ingin ditampilkan langsung terbaca.

HKS, pabrikan yang tak diragukan lagi soal kemampuan membuat parts kompetisi, kali ini merilis OB-Link. Alat semacam transmitter yang akan membaca data pada ECU, lalu menampilkannya pada semua tipe gadget bersistem operasi Android. "Caranya tinggal colok lewat soket OBD yang terpasang di kendaraan sekarang ini," ujar Lucas, staff PT Sumber Berkat, distributor HKS di Tanah Air.
Tak kalah penasaran ketika OTOMOTIF ingin mencobanya pada Toyota Kijang Innova bermesin bensin. Kalau cara pasang, jelas tak dipungkiri OB-Link sangat mudah untuk di-install. Soket yang tersedia sudah pasti sesuai, untuk Kijang Innova.

Tinggal colok pada soket OBD yang terdapat di bagian bawah dasbor sisi pengemudi (Gbr.1). Setelah dicolok, nanti perangkat tersebut akan aktif dengan sendirinya.

Selanjutnya, tinggal download aplikasi Carscope di Android Market pada gadget kesayangan (Gbr.2). Nantinya, aplikasi ini akan sinkronisasi dengan OB-Link melalui bluetooth. Tinggal pastikan saja, sistem operasi yang terpasang sudah OS 2.1 atau lebih dan memiliki fitur Bluetooth.

Serunya, nanti di gadget bakal muncul beragam data ECU, mulai AF Correction Value, posisi gigi, volume udara sampai injakan pada pedal gas (Gbr.3).

So, tinggal pilih aja, apa yang mau ditampilkan untuk driving harian. Kalau default dari HKS sudah terdapat data kecepatan kendaraan, putaran mesin, temperatur pada intake dan temperatur air. Semua data yang ditampilkan langsung akurat tanpa delay di gadget.

Kerennya lagi, tak sekadar menampilkan, OB-Link punya fitur untuk menyetel beragam parameter yang disebutkan tadi (Gbr.4). Tentunya, mesti punya basic mekanik atau cara kerja mesin.

Kalau sekadar asal setting, dikhawatirkan mesin malah mati gara-gara injektor dibikin terlalu rich. Pun begitu, masih tersedia juga fitur untuk me-reset fault code yang timbul pada ECU.

Tampilan layar pun bisa disetel, ingin model analog, grafik atau justru seperti MID, dengan kombinasi layar analog dan digital. Oh ya, selama terpasang, peranti seharga Rp 4 jutaan ini juga bisa menampilkan data berapa lama kendaraan tersebut sudah menyala ataupun kilometer yang ditempuh.  (mobil.otomotifnet.com)