Ban Subtitusi Mobil HAtchback, Alternatif Berkualitas

billy - Kamis, 14 Juli 2011 | 15:02 WIB

(billy - )


JAKARTA - Ban merupakan salah satu komponen yang akan aus akibat pemakaian. Usia rata-rata ban adalah 40-60 ribu km, tergantung tipe, jenis dan kondisi permukaan yang bisa dilewati. Sehingga, aus pada telapak ban tak bisa dihindari.

Namun, sebagai alternatif selain ban bawaan standar mobil, produsen ban juga telah membuat ban yang bisa disubsitusikan pada mobil hatchback. Sehingga, Anda bisa memilih ban berdasarkan harga, tipe dan kualitas ban sesuai yang dikehendaki. Sehingga, bisa menjadi pilihan ekonomis yang berkualitas.

Tips Memilih Ban Cermati Lebar, Profil Dan Diameter
1. Saat ingin memilih ban, pastikan ukurannya, mulai dari lebar tapak, ketebalan ban hingga dimensi velg sama. Selain agar dapat terpasang sempurna, ukuran ban yang tepat, lebih nyaman dan aman dipakai harian.

2. Penggantian ban minimal harus sepasang (kiri-kanan). Penggantian ban yang berbeda antara kiri dan kanan, dapat membuat kerja ban yang baru menjadi lebih berat. Dan juga berpengaruh terhadap keamanan berkendara karena ada perbedaan grip (daya cengkeram ban).


3. Disarankan untuk mengisi tekanan angin yang ideal. Umumnya tekanan angin ban berada pada angka 30-34 Psi. Jika kurang, maka ban rawan terlipat atau bahkan sobek saat bermanuver. Sementara jika terlalu tinggi tekanannya, maka akan mengurangi kenyamanan lantaran karakter ban menjadi lebih keras.

4.
Penggunaan ban dengan ukuran tapak lebih lebar dan tebal, akan menyebabkan rolling resistance lebih besar, sehingga akan berpengaruh pada performa dan konsumsi bahan bakar. “Selain itu juga berisiko menyentuh bibir spakbor saat berkendara pada beban penuh atau jalan bergelombang,” sahut Zein Saleh, senior marketing PT. Multistrada Arah Sarana, selaku produsen ban merek Achilles.

5. Sebaliknya, jika menggunakan ukuran tapak ban lebih kecil, maka ban akan terlihat ‘narik’. Sehingga akan merusak susunan anyaman kawat pada ban. Penggunaan profil ban lebih tipis, akan membuat karakter ban lebih keras dan berisiko merusak velg saat terjadi benturan. “Namun kini, ban lebih tipis memiliki konstruksi lebih kuat, sehingga lebih aman dan dapat melindungi velg dari benturan,” sahut Romijo Huka, supervisor PT. YHI Indonesia, selaku produsen ban Yokohama di Tanah Air  (mobil.otomotifnet.com)