Semaskulin Apakah Seorang Astronot dan Pembalap?

toncil - Jumat, 7 Juni 2013 | 22:47 WIB


Menjadi seorang pembalap yang berkutat dengan dunia keringat dan panas, dipastikan bakal memberikan rasa tidak nyaman bagi sang pelaku balap. Sama halnya seorang astronot yang bisa berbulan-bulan lamanya tidak merasakan mandi ketika berada di luar angkasa.

Meski terlihat sangat ekstrim, karena kegiatan seperti pembalap ataupun astronot bisa membuat jadi tidak percaya diri karena keringat yang keluar akan memberikan efek bau yang kurang sedap. Tentunya ini berbeda dengan aktifitas yang biasa dilakukan oleh profesi lainnya.

Terbayang dong, betapa coolnya seseorang yang bisa menjadi seorang asronot! paling enggak, dengan menjadi seseorang dengan profesi sebagai astronot, membuat sisi maskulinitas lelaki jadi lebih terlihat. Tidak jauh berbeda dengan seorang pembalap, dimana para pembalap motor maupun mobil, bisa kehilangan bobot badan mereka beberapa kg hanya dalam waktu 1-2 jam saja.

Mengapa astronot dan pembalap jadi acuan sisi maskulinitas paling baik? Jawabannya adalah karena untuk menjadi seorang astronot atau pembalap, butuh kesiapan fisik, mental dan moral yang cukup tinggi. Belum lagi hidup di ruang hampa udara, atau tekanan G-Force tinggi, membuat sisi maskulinitas jadi hal utama.

Jadi rasanya sangat wajar jika banyak orang yang memimpikan untuk menjadi seorang astronot ataupun seorang pembalap. ADV

YANG LAINNYA