IMI Bentuk Satgas Penyelamat Kejurnas

billy - Jumat, 26 November 2010 | 10:55 WIB

(billy - )

OTOMOTIFNET - Reli nasional Indonesia mengalami masa keterpurukan tahun ini. Agenda kejuaraan nasional pada 2010 praktis hanya 1 kali digelar. Seri lainnya beberapa kali diagendakan ulang namun akhirnya diputuskan untuk batal. Hingga puncaknya, Bloedus Management Indonesia tak lagi diberi hak sebagai promotor nasional tahun depan. Mau dibawa kemana reli di Indonesia? Mampukah satuan tugas (satgas) yang dibentuk PP IMI jadi malaikat penyelamat?

Dana Rp 450 Juta / Event
Melihat keterpurukan ini, Johny Pramono dari komisi reli PP IMI memiliki konsep penyelamatan reli nasional. "Supaya teman-teman bisa reli lagi. Kalau kondisinya event mundur terus atau justru enggak ada event, kapan majunya pereli kita," ucap Johny yang bertindak sebagai konseptor ini.

Berdasar konsepnya, seri kejuaraan nasional akan dikembalikan kepada pengprov. Dana penyelenggaraan akan diberikan oleh komisi reli PP IMI kira-kira sebesar Rp 450 juta/event. Jika dirasa kurang atau pengprov mau membuat event lebih semarak lagi dipersilakan mencari kekurangan dananya. "Itu hak pengprov," tambahnya.

Dana segitu dipakai untuk kerja OC (organizing comitte) serta RC (racing comitte), sedang urusan promosi diserahkan kepada pihak sponsor atau promotor gelaran. Secara logika harusnya pengprov memiliki akses untuk bisa menggaet sponsor daerah. Tidak perlu mencari yang terlalu besar, asal terus berjalan. Sehingga pembinaan dan regenerasi terhadap pereli daerah juga bisa berjalan dengan baik.

Konsep awal yang ditawarkan satgas, sudah ada 4 pengprov yang akan menggelar reli tersebut, yakni Medan, Padang, Palembang dan Banten. Namanya masih konsep, sangat mungkin nama-nama daerah ini akan berubah. "Diharapkan justru akan bertambah banyak dan pengprov sendiri yang minta," tambah Johny.

Kerja dari komisi reli untuk mengembalikan kejayaan reli nasional agaknya tak main-main. Karena sudah tersusun rapi siapa-siapa saja orang yang duduk di dalamnya beserta tanggung jawabnya. Seperti Johny sendiri, selain menjadi konseptor, dirinya juga bertugas untuk melobi ATPM mobil untuk bisa ikut serta. Tak hanya ATPM, namun juga perusahaan lain yang berpotensi menjadi sponsor. "Perusahaan rokok jadi salah satu target untuk menjadi salah satu sponsor kita," ucapnya.

Konsep penyelematan reli juga melalui one make rally. Menurutnya mobil-mobil yang dibidik memiliki kualifikasi seperti N15 atau GR2 sehingga pilihannya pada mobil-mobil berkapasitas 1.500 cc. Saat ini masih berada dalam wacana beberapa ATPM akan didekati. Seperti Kia dengan Pride, Geely dengan seri MK dan MK2, Daihatsu Sirion, Mazda2 dan Chevrolet Aveo.

"Sampai saat ini belum ada pembicaraan apapun mengenai hal tersebut. Saya saja baru dengar. Mungkin setelah bertemu dengan Pak Johny semua akan jelas dan saya baru bisa berkomentar banyak," seru Ridjal Mulyadi, manager marketing communication PT Kia Mobil Indonesia. Diakui oleh Ridjal, kalau memang ada agenda bertemu dengan Johny Pramono namun belum ada kepastian dan arah pembicaraan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Achmad Budi Pramono, direktur utama PT Geely Mobil Indonesia. "Belum ada proposal atau apapun yang masuk ke saya. Saat ini Geely terbuka untuk kerjasama asal saling menguntungkan. Simbiosis mutualisme. Semua bisa dibicarakan asal arah dan dan tujuannya jelas," sebut Budi.

Disamping Geely dan Kia, "Tampaknya Daihatsu yang paling mendekati cocok untuk kebutuhan reli. Brand image sudah kuat dan memiliki produk diharapkan seperti Daihatsu Sirion. Untuk varian termurah tanpa tape dan power steering, dengan harga Rp 127 juta kami melobi untuk harga Rp 85 juta (diskon sekitar 30 persen)," seru Johny lagi.

“Daihatsu memiliki pengalaman mengikuti balap saat mengeluarkan produk Daihatsu Winner pada awal ‘90-an di sirkuit Ancol dan sukses. Maka itu pendekatannya juga lebih mudah. Kami mentargetkan minimal 12 mobil yang akan mengikuti kelas kejurnas dengan one make rally,” tambah Johny.

Sampai tulisan ini diturunkan belum ada deal resmi dengan pihak ATPM untuk one make rally ini. Masih terbuka peluang bagi ATPM untuk ikut serta didalamnya, mengenalkan dan mempromosikan produknya.

Kendalanya, mobil-mobil yang dibidik menjadi one make rally rata-rata bukanlah mobil yang memiliki performance part. Solusinya, pihak komisi reli akan bersama-sama membangun mobil. "Secara teknis bisa dikerjakan semua. Tidak ada masalah jika komponen tidak ada di pasaran," seru Loqy Siregar yang nantinya akan ditunjuk sebagai koordinator bagian teknis.


Johnny Pramono. Reli nasional akan di gelar oleh Pengprov

A.Budi Pramono. Belum ada proposal apapun yang masuk

Jika nantinya aturan one make rally mengacu pada GR2 berarti boleh dilakukan pengganti camshaft. Kalau di pasaran tidak ada, salah satu solusinya dengan memesan ke luar negeri. Pada sektor suspensi juga berlaku hal yang sama. "Kita tinggal kirim sokbreker bagian depan dan belakang lalu order sesuai trek yang ada. Hasilnya justru bisa lebih maksimal," tambah pria bertubuh subur ini. Loqy menyebut kalau pemesanan bagian suspensi kemungkinan besar ke pihak MCA di Australia.

Tujuan lain beberapa komponen dibuat seragam supaya pertarungan semakin kompetitif. Barang yang sama dan kondisi spesifikasi mobil yang sama pula berarti tinggal adu skill dari pereli dan navigatornya.

Selain menjadi ajang adu skill, komponen yang dibuat sama juga demi mereduksi biaya yang dikeluarkan. Konsep Johny membuat dan menumbuhkan reli namun dengan biaya yang tak terlalu mahal. "Jadi banyak pemula yang juga mau ikut. Kalau belum apa-apa sudah mahal, pasti pada enggak mau," tegasnya.

Ban juga menjadi kendala tersendiri. Tak dipungkiri dana yang dikeluarkan untuk ban tak bisa dibilang murah. Bayangkan saja, setiap ban yang siap untuk reli harus didatangkan dari luar negeri. Supaya murah juga, pabrikan ban lokal coba didekati untuk kerjasama. Merek ban Swallow dan Achilles menjadi target utamanya.

Pihak PT Multistrada Arah Sarana, Tbk sebagai produsen ban Achilles menyambut baik hal ini. Sebab pabrikan dalam negeri ini sesungguhnya memiliki ban untuk kondisi winter dengan lokasi pasar di Eropa. Memang ban winter ini tak bisa serta merta langsung diaplikasi untuk ban reli, namun perlu untuk di modifikasi terlebih dahulu.

"Tidak masalah jika memang pasar dalam negerinya ada. Modifikasi ban tidak terlalu memusingkan. Tapi akan kita lihat dulu bentuk kerjasamanya. Prinsipnya Achilles siap untuk ikut serta dan justru berbangga karena bisa disejajarkan dengan ban reli yang sudah lebih dulu dipakai," seru Zein Saleh, marcom manager PT Multistrada Arah Sarana, Tbk.

Konsep yang ditawarkan ini sangat menarik di tengah keterpurukan reli Indonesia. "Supaya semua sektor bisa ikut, kesampingkan dulu grup N4 (Subaru Impreza, Mitsubishi Lancer Evo,dsb) yang hanya bisa diikuti segelintir orang," tutup Johny.

Task Force Supervisor
1. Irawan Sucahyono (PP IMI)
2. Harris Gondokusumo (PP IMI)
Rally Commision Task Force
1. Johny Pramono (Sponsor & Funder Relation Coordinator)
2. Pudio Bintoro (Pengprov Relation Coordinator)
3. Hade Mboi (Competitor Relation Coordinator)
4. Irawan Soewondo (Goverment Relation Coordinator)
5. Logy Siregar (Technical Relation Coordinator)
6. Jeffrey JP (Venue & Track Relation Coordinator)
Communication / Marketing & Promotion
1. Wirasmoko (Sharkindo ADV)
Technical Support
1. Komar Johari (Int'l Media Motorsport)
2. Edi Gunarwan (Workshop & Production)
3. Dadang Taruma (Technical Advisor)
4. Roy Tanga (Technical & Suplly)