Otomotifnet.com - Setelah menempuh perjalanan jauh melalui berbagai medan, mobil Anda layak mendapatkan perhatian ekstra.
Jangan tertipu oleh tampilan bodi yang terlihat bersih, musuh terbesar kendaraan pasca-mudik sering kali bersembunyi di tempat yang tidak terlihat.
Berikut adalah panduan mendalam mengenai pentingnya melakukan pembersihan menyeluruh, terutama pada area kolong dan bodi mobil setelah terpapar hujan:
1. Kolong Mobil
Bagian kolong adalah area yang paling menderita selama perjalanan.
Dalam kondisi kering saja debu mudah menempel, apalagi jika Anda menerjang hujan dan genangan air.
-
Ancaman Kerusakan: Kotoran, lumpur, dan sisa aspal yang menempel dalam waktu lama pada area kaki-kaki, sasis, hingga panel bawah bodi dapat memicu korosi (karat).
-
Area Kritis: Jangan lewatkan pengecekan pada velg ban cadangan (untuk model kolong) dan bagian dalam spatbor depan serta belakang. Penumpukan kotoran di sini dapat merusak komponen suspensi dan memperpendek usia pakai sasis.
-
Solusi Taktis: Mengingat sulitnya menjangkau area ini secara manual, sangat disarankan untuk membawa mobil ke jasa car wash profesional yang memiliki alat hidrolik atau high-pressure washer untuk merontokkan kerak di kolong secara maksimal.
2. Bodi Mobil
Banyak orang menyepelekan air hujan yang mengering di bodi mobil.
Padahal, air hujan membawa kandungan mineral, termasuk zat besi, yang jika menguap akan meninggalkan sisa mineral yang mengeras.
Inilah yang kita kenal sebagai water spot atau jamur bodi.
Secara teknis, water spot dibagi menjadi dua tipe berdasarkan tingkat kerusahannya:
Baca Juga: Bisa Kuras Dompet, Jangan Lakukan Ini Saat Cuci Ruang Mesin Mobil
Baca Juga: Tips Efektif Cuci Mesin Mobil Yang Benar Tanpa Takut Korsleting
Baca Juga: Hati-hati, Bahaya Ini Mengintai Jika Kita Malas Cuci Mobil Saat Musim Hujan
Baca Juga: Baru Tahu, Ini Efek Isi Air Wiper Pakai Air Sabun Cuci Piring, Simak
-
Tipe 1: Bercak Permukaan (Non-Korosif) Bercak ini terbentuk dari air yang menguap dan meninggalkan sisa mineral di atas lapisan cat. Meski awalnya hanya mengganggu estetika dan membuat mobil tampak kusam, jika dibiarkan terlalu lama, bercak ini bisa mengeras dan semakin sulit dihilangkan tanpa proses polishing.
-
Tipe 2: Bercak Korosif (Etching) Ini adalah tipe yang berbahaya. Air hujan dengan tingkat keasaman tinggi dapat bereaksi secara kimiawi dengan lapisan bening (clear coat) cat mobil. Zat korosif ini "memakan" lapisan cat hingga menciptakan cekungan mikro yang merusak struktur cat secara permanen.
Jangan membiarkan air hujan mengering dengan sendirinya di bawah sinar matahari.
-
Bilas Segera: Minimal, bilaslah seluruh bodi mobil dengan air bersih setelah kehujanan untuk menetralkan kandungan asam dan mineral.
-
Keringkan Sempurna: Gunakan kain microfiber berkualitas tinggi untuk memastikan tidak ada sisa air yang tertinggal. Air yang dibiarkan menguap sendiri adalah cikal bakal utama munculnya jamur bodi.
| Editor | : | Grid |
KOMENTAR