Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Hujan Saat Pulang Mudik? Pastikan Bagian Ini Bersih Saat Mobil Dicuci

Konten Grid - Jumat, 27 Februari 2026 | 16:30 WIB
Bagian ini wajib bersih saat mobil dicuci.
Freepik
Bagian ini wajib bersih saat mobil dicuci.

Otomotifnet.com - Setelah menempuh perjalanan jauh melalui berbagai medan, mobil Anda layak mendapatkan perhatian ekstra.

Jangan tertipu oleh tampilan bodi yang terlihat bersih, musuh terbesar kendaraan pasca-mudik sering kali bersembunyi di tempat yang tidak terlihat.

Berikut adalah panduan mendalam mengenai pentingnya melakukan pembersihan menyeluruh, terutama pada area kolong dan bodi mobil setelah terpapar hujan:

1. Kolong Mobil

Bagian kolong adalah area yang paling menderita selama perjalanan.

Dalam kondisi kering saja debu mudah menempel, apalagi jika Anda menerjang hujan dan genangan air.

  • Ancaman Kerusakan: Kotoran, lumpur, dan sisa aspal yang menempel dalam waktu lama pada area kaki-kaki, sasis, hingga panel bawah bodi dapat memicu korosi (karat).

  • Area Kritis: Jangan lewatkan pengecekan pada velg ban cadangan (untuk model kolong) dan bagian dalam spatbor depan serta belakang. Penumpukan kotoran di sini dapat merusak komponen suspensi dan memperpendek usia pakai sasis.

  • Solusi Taktis: Mengingat sulitnya menjangkau area ini secara manual, sangat disarankan untuk membawa mobil ke jasa car wash profesional yang memiliki alat hidrolik atau high-pressure washer untuk merontokkan kerak di kolong secara maksimal.

2. Bodi Mobil

Banyak orang menyepelekan air hujan yang mengering di bodi mobil.

Padahal, air hujan membawa kandungan mineral, termasuk zat besi, yang jika menguap akan meninggalkan sisa mineral yang mengeras.

Inilah yang kita kenal sebagai water spot atau jamur bodi.

Secara teknis, water spot dibagi menjadi dua tipe berdasarkan tingkat kerusahannya:

Baca Juga: Bisa Kuras Dompet, Jangan Lakukan Ini Saat Cuci Ruang Mesin Mobil

Baca Juga: Tips Efektif Cuci Mesin Mobil Yang Benar Tanpa Takut Korsleting

Baca Juga: Hati-hati, Bahaya Ini Mengintai Jika Kita Malas Cuci Mobil Saat Musim Hujan

Baca Juga: Baru Tahu, Ini Efek Isi Air Wiper Pakai Air Sabun Cuci Piring, Simak

  • Tipe 1: Bercak Permukaan (Non-Korosif) Bercak ini terbentuk dari air yang menguap dan meninggalkan sisa mineral di atas lapisan cat. Meski awalnya hanya mengganggu estetika dan membuat mobil tampak kusam, jika dibiarkan terlalu lama, bercak ini bisa mengeras dan semakin sulit dihilangkan tanpa proses polishing.

  • Tipe 2: Bercak Korosif (Etching) Ini adalah tipe yang berbahaya. Air hujan dengan tingkat keasaman tinggi dapat bereaksi secara kimiawi dengan lapisan bening (clear coat) cat mobil. Zat korosif ini "memakan" lapisan cat hingga menciptakan cekungan mikro yang merusak struktur cat secara permanen.

Jangan membiarkan air hujan mengering dengan sendirinya di bawah sinar matahari.

  • Bilas Segera: Minimal, bilaslah seluruh bodi mobil dengan air bersih setelah kehujanan untuk menetralkan kandungan asam dan mineral.

  • Keringkan Sempurna: Gunakan kain microfiber berkualitas tinggi untuk memastikan tidak ada sisa air yang tertinggal. Air yang dibiarkan menguap sendiri adalah cikal bakal utama munculnya jamur bodi.

Editor : Grid

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa